Nasib Kerja Sama Boeing dengan Garuda Indonesia Masih Dipertanyakan

Pascakecelakaan maut pesawat besutan Boeing yakni Boeing 737 Max 8 membuat maskapai Garuda Indonesia mengambil langkah tegas.

Nasib Kerja Sama Boeing dengan Garuda Indonesia Masih Dipertanyakan
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (24/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pascakecelakaan maut pesawat besutan Boeing yakni Boeing 737 Max 8 membuat maskapai Garuda Indonesia mengambil langkah tegas.

Sebab, sebelumnya dua unit keluaran Boeing yakni Boeing 737 Max 8 mengalami kecelakaan maut di Indonesia dan Ethiopia yang menyebabkan seluruh penumpang dan awak kabin meninggal dunia.

Efek dari bencana tersebut membuat Garuda Indonesia menghentikan pesanan 49 unit Boeing 737 Max 8 yang, sedangkan 1 unitnya sudah ada di Bandara Soekarno-Hatta.

"Berdasarkan keputusan Kemenhub, 49 unit sudah dicancel. Awalnya 50 unit itu untuk peremajaan pesawat kita," ujar Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (24/4/2019).

Lebih lanjut, Pikri mengatakan belum ada kejelasan lebih lanjut mengenai kontrak maskapai berpelat merah tersebut dengan produsen pesawat terbang, Boeing.

Bahkan, ia mengatakan belum bisa membocorkan perihal unit pengganti Boeing 737 Max 8 yang batal dipesan oleh Garuda Indonesia.

"Kontrak itu tidak bisa dishare karena akan dirapatkan lagi dengan Boeing spiritnya tetap percaya brand Boeing, tapi produk itu (737 Max 8) tidak bisa dilanjutkan karena kita lebih perhatikan masukan-masukan dari masyarakat yang concern dengan hal ini, bahwa tidak bisa menerima order 737 Max 8 tadi," terang Pikri.

Beberapa waktu lalu, Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra mengatakan, pihaknya masih terbuka untuk pemesanan pesawat jenis lain untuk menutup kekosongan unit.

"Prinsipnya kami bukannya mau ganti Boeing, tapi akan cari tipe lain. Jadi mungkin mereka tawarkan Boeing 737 max 10. Atau saingannya mungkin airbus 321 walau masih untuk tahun 2025 ke atas," terang Ari.

Bus Pariwisata Angkut Puluhan Pelajar Kecelakaan di Sukabumi, 2 Penumpang Meninggal Dunia

Bos Angkasa Pura II Mendukung Peleburan Perusahaan Dengan Garuda Indonesia

Garuda Indonesia, menurut Ari, sudah mengeluarkan dana awalan untuk pemesanan Boeing 737 MAX 8.

Agar tidak membuat dana itu sia-sia menghilang, lanjut Ari, pihaknya ingin bernegosiasi dengan Boeing.

"Kita sudah bayar ke Boeing sebesar 26 juta USD untuk 50 unit dan yang masuk baru satu unit. Pasti Boeing juga tidak akan kembalikan begitu saja, makanya mereka akan negosiasi," beber Ari.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved