Hari Angkutan Nasional

Peringati Hari Angkutan Nasional, Begini Sejarah Angkutan Umum Pertama di Indonesia

Meski diperingati setiap tahun pada tanggal 24 April, namun tidak semua orang mengetahui adanya Hari Angkutan Nasional.

Editor: Ilusi Insiroh
TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Hari Angkutan Nasional 

TRIBUNJAKARTA.COM -  Sejarah hari ini, setiap tanggal 24 April diperingati sebagai Hari Angkutan Nasional.

Meski diperingati setiap tahun pada tanggal 24 April, namun tidak semua orang mengetahui adanya Hari Angkutan Nasional.

Mengutip sejarahlengkap.com, informasi mengenai sejarah Hari Angkutan Nasional sulit didapatkan sehingga tidak diketahui apa dan bagaimana awal mula dari ditetapkannya hari besar ini.

Yang lebih dikenal justru Hari Perhubungan Nasional pada 17 September.

Akibatnya masyarakat menyambut dingin akan datangnya peringatan Hari Angkutan Nasional.

Sebab, banyak yang tidak mengetahui bahwa sejarah Hari Angkutan Nasional bahkan memang ada untuk diperingati, walaupun ada juga sejarah museum angkut dari salah satu objek wisata di Malang.

Ramalan Zodiak Besok Kamis 25 April 2019: Pertimbangkan Matang-matang Aquarius

Kisah DAMRI

Sejak zaman penjajahan hingga sekarang angkutan umum sudah ada di Indonesia.

Berikut kisahnya sebagaimana dirangkum TribunSolo.com dari berbagai sumber:

Angkutan umum pertama sejak Republik ini berdiri adalah DAMRI.

DAMRI, singkatan dari Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (EYD: Jawatan Angkutan Motor Republik Indonesia).

Bus DAMRI
Bus DAMRI (Tribun Lampung/Heru Prasetyo)

Dikutip dari Wikipedia, tahun 1943, terdapat dua usaha angkutan di zaman pendudukan Jepang, yaitu Jawa Unyu Zigyosha yang mengkhususkan diri pada angkutan barang dengan truk, gerobak atau cikar.

Dan juga terdapat Zidosha Sokyoku yang melayani angkutan penumpang dengan kendaraan bermotor atau bus.

Pada 1945, setelah Indonesia merdeka, dibawah pengelolaan Departemen Perhubungan RI, Jawa Unyu Zigyosha berubah nama menjadi Djawatan Pengangkoetan untuk Angkutan Barang.

Sedangkan Zidosha Sokyoku beralih menjadi Djawatan Angkutan Darat untuk angkutan penumpang.

Pada 25 November 1946, kedua jawatan itu digabungkan berdasarkan Maklumat Menteri Perhubungan RI No.01/DAM/46 sehingga dibentuklah "Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia", disingkat DAMRI.

Hasil UTBK 2019 Gelombang I Diumumkan, Cara Akses dan Rekapitulasi Nilai Tertinggi, Cek Namamu!

Tugas utama DAMRI adalah menyelenggarakan pengangkutan darat dengan bus, truk, dan angkutan bermotor lainnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved