IIMS 2019

Cerita Polwan Cantik Sebelum Mahir Freestyle, Sempat Dorong-dorong Moge Hingga Jalani Latihan Fisik

Sedangkan untuk melakukan aksi freestyle individu, dibutuhkan waktu yang lebih lama hingga tahunan karena ada proses latihan secara fisik

Cerita Polwan Cantik Sebelum Mahir Freestyle, Sempat Dorong-dorong Moge Hingga Jalani Latihan Fisik
Kompas.com
Polwan Dirlantas Polda Metro Jaya di IIMS 2019 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Meski sudah memiliki keterampilan dan berlatih hingga tahunan, namun untuk melakukan aksi freestyle di atas sepeda motor apalagi menggunakan moge, ternyata juga butuhkan kedekatan secara personal dengan motor yang digunakan.

Kira-kira seperti itu yang diungkapkan oleh Perwira Pengendali Polwan Motor Besar Polda Metro Jaya AKP Yunita Natalia Rungkat.

Menurut Natalia, melakukan freestyle memang tidak mudah, apalagi ketika dirinya harus berlaga menggunakan Harley-Davidson Police yang dari dimensi dan bobot pastinya jauh lebih berat dibandingkan motor konvensional.

Seperti halnya yang baru dilakukan dalam ajang Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019.

"Kurang lebih empat tahun, kalau dihitung dari awal saya bergaubung. Tahap pertama itu mengenal motor, mulai melakukan latihan dasar dari dorong-dorong motor hingga berapa putaran, sampai safety riding. Setelah itu baru mulai mengendarai dan berlatih beberapa manuver sampai freestyle," ucap Natalia kepada Kompas.com, Minggu (28/4/2019).

Natalia mengatakan bila hanya untuk masalah koreografi berkelompok, seperti yang dilakukan menggunakan BMW 1200 GS, bisa dilakukan paling tidak setelah berlatih antara satu sampai dua bulan.

Jelang Idul Fitri, Aksesoris dari Otoproject Ini Ramai Diburu Pengunjung di Telkomsel IIMS 2019

Hanya DP Rp 10 Juta Bisa Bawa Pulang Mobil DFSK di IIMS 2019

Sedangkan untuk melakukan aksi freestyle individu, dibutuhkan waktu yang lebih lama hingga tahunan karena ada proses latihan secara fisik juga yang harus dilakukan.

Modal yang dibutuhkan menurut Natalia adalah soal kemauan, tidak mudah menyerah, dan tak boleh sombong meski sudah memiliki jam terbang cukup tinggi.

Tidak kalah penting lagi, pengendara harus bisa dekat dengan motor yang digunakanannya. Kedekatan dengan tunggangannya dianggap menjadi hal yang cukup penting bagi Natalia.

Meski sejatinya motor tidak bisa diajak bicara, tapi dengan rajin merawat dan memperlakukan motor dengan baik, menurut Natalian bisa memberikan kedekatan tersendiri.

"Percaya tidak percaya, kita juga harus punya bonding dengan motor kita. Jadi kita harus rawat harus di-openi (dirawat), kalau tidak begitu motor kita juga tidak akan peduli dengan kita. Untuk Harley yang saya gunakan ini sampai saya kasih nama Blessing," ucap Natalia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Polwan Cantik dengan Moge Bernama "Blessing""

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved