Pemilu 2019

Tak Diperkenankan Buka Data, Saksi dari Empat Partai Walk Out di Pleno Rekapitulasi Provinsi DKI

M. Rusydi Arif, saksi dari Hanura melakukan walk out lantaran kecewa dengan pihak KPU yang tidak membuka data DA1 dan DAA1.

Tak Diperkenankan Buka Data, Saksi dari Empat Partai Walk Out di Pleno Rekapitulasi Provinsi DKI
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Saksi PPP, Muchbari (kiri) dan M Rusydi Arif (kanan), sedang memberi keterangan kepada awak wartawan, di hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Saksi dari partai Perindo, Rimhot Turnip, melakukan walk out pada rapat pleno terbuka rekapitulasi suara provinsi DKI Jakarta.

Rimhot, sapaannya, menyayangkan pihak KPU yang enggan membuka data DA1 dan DAA1.

Hal tersebut yang menjadi alasan dari saksi Perindo untuk meninggalkan rapat pleno terbuka.

"Setiap satu suara pun itu apabila ada perbedaan itu harus ditindaklanjuti. Dan ini suara lebih dari satu orang, lebih dari satu tempat, sangat signifikan untuk mempengaruhi suara-suara atau partai yang bersangkutan," kata Rimhot, pada acara rapat pleno terbuka, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019).

Dia menambahkan, acara pleno tersebut bukan untuk mengesahkan tahapan yang sudah berlanjut dari TPS.

"Bahwa ada selisih maka itu yang seharusnya disikapi. Acara pleno ini bukan untuk mengesahkan tahapan yang sudah berlanjut dari TPS," ujar Rimhot.

"Ini adalah bentuk perhitungan suara dari yang disampaikan di bawah," lanjut Rimhot.

"Apabila itu kita sudah sepakat semua dan itu benar dan adil baru disahkan. Itu yang mau kita protes, harusnya ditindaklanjuti," sambung Rimhot.

HANURA, PPP, dan PKS Juga 'Walk Out'

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved