Aktivis 98 Ziarah ke Makam Korban Tragedi Mei

Para aktivis 98 kompak mengenakan kemeja putih saat berziarah ke makam korban yang gugur dalam memperjuangkan reformasi

Aktivis 98 Ziarah ke Makam Korban Tragedi Mei
Istimewa
Sejumlah aktivis 98 melakukan ziarah doa dan tabur bunga di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Selasa (14/5/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sejumlah aktivis 98 melakukan ziarah doa dan tabur bunga di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Selasa (14/5/2019).

Para aktivis 98 kompak mengenakan kemeja putih saat berziarah ke makam korban yang gugur dalam memperjuangkan reformasi.

Wahab Talaohu, Jubir Konsolidasi Eksponen Aktivis 98 mengatakan, kedatangan pihaknya ke TPU Pondok Rangon untuk mengingatkan ada 1.217 rakyat yang menjadi korban tragedi Mei 1998.

"Hari ini kita datang untuk mengingatkan kembali rakyat Indonesia betapa begis dan jahatnya rezim orde baru. Inilah (makam korban) yang melahirkan reformasi yang hari ini sama-sama kita nikmati," kata Wahab.

Dalam kesempatan tersebut, Wahab juga menyoroti adanya isu people power yang berkembang belakangan ini. Menurutnya, syarat-syarat people power tidak terpenuhi di zaman sekarang.

"Hari ini tidak ada penindasan, tidak ada pemiskinan terhadap rakyat, malah membangun infrastruktur dari Sabang sampai Merauke. Kami bangga sebagai orang timur, ada infrastruktur yang dulu termarjinalkan, hari ini kita bisa merasakan. Tidak ada kita temukan syarat-syarat people power," tuturnya.

Disebut Jadi Pembisik Kemenangan 62 Persen Capres 02, Kivlan Zen: Saya Gak Pernah Ketemu Prabowo!

Soal Tuntutan Jaksa, Ratna Sarumpaet Mengaku Pasrah

Pengancam Penggal Kepala Jokowi Ditahan Polisi, Pengamat: Kearifan Lokal Mengajarkan Sopan Santun!

Karena itu kata Wahab, pihaknya menyerukan pada tanggal 21 Mei 2019 sebanyak 5.000‎ aktivis 98 bersama rakyat dan menduduki KPU RI untuk memberikan dukungan moral kepada lembaga penyelenggara pemilu tersebut. Karena menurutnya, KPU adalah instrumen demokrasi yang dilakukan lewat reformasi 98.

"Maka menjadi jihad bagi kita untuk kita pertahanan kpu. Karena KPU akan mengumumkan hasil kedaulatan rakyat, partisipasi 81% yang pada tanggal 22 Mei akan diumumkan resmi oleh KPU. Dan tanggungjawab sejarah kita, tanggung jawab ideologi kita sebagai aktivis 98 kita akan datang untuk memastikan jalanya proses demokrasi berjalan aman, tertib, dan damai," ujarnya.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved