Pemilu 2019

Gagal Jadi Wakil Rakyat dari Partai Gerindra, Nur Wahid Pedagang Cakwe Mengaku Tidak Kapok

Meski gagal dalam Pemilu 2019 ini, Nur Wahid mengaku tidak kapok dan tetap lapang dada menerima hasil tersebut.

Gagal Jadi Wakil Rakyat dari Partai Gerindra, Nur Wahid Pedagang Cakwe Mengaku Tidak Kapok
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Nur Wahid Caleg DPRD Kota Bekasi dari Partai Gerindra yang merupakan pedagang cakwe keliling. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Nur Wahid (47) caleg DPRD Kota Bekasi dari Partai Gerindra yang memiliki profesi sebagai pedagang cakwe, dipastikan gagal merebut satu kursi anggota legislatif.

Pria yang baru pertama bertarung dalam kancah politik ini hanya memperoleh, 1.020 suara di daerah pemilihan (Dapil) 3 DPRD Kota Bekasi, meliputi tiga kecamatan yakni Rawalumbu, Mustikajaya dan Bantar Gebang.

Namun meski gagal dalam Pemilu 2019 ini, Nur Wahid mengaku tidak kapok dan tetap lapang dada menerima hasil tersebut. Dia bahkan ingin kembali mencalonkan diri di Pemilu yang akan datang.

"Enggak (kapok), Insya Allah nanti kalau ada lagi ya nyaleg lagi," kata Nur Wahid saat dikonfimasi, Selasa (14/5/2019).

Kegagalan di Pileg 2019 ini menjadi pelajaran berharga buat pria yang pria yang sudah merintis usaha jualan cakwe sejak 1992 ini.

Dapat Suara Sedikit, Pedagang Cakwe Nur Wahid Gagal Jadi Anggota DPRD Kota Bekasi

Caleg Pedagang Cakwe di Bekasi Akui Belum Ketahui Hasil Penghitungan Suara Sementara

Tak Kesampaian Jadi Kepala Desa, Pedagang Cakwe Keliling Nekat Jadi Caleg dengan Modal Rp250 Juta

"Strateginya lebih paham politiklah, tetap di Gerindra," jelas dia.

Pria yang kini telah memiliki 12 gerobak cakwe dan memiliki penghasilan puluhan juta ini selanjutnya ingin lebih serius terjun ke dunia politik. Salah satunya dia ingin masuk ke pergurusan partai.

"Pingin (jadi pengurus partai)," singkat dia.

Untuk modal mencalonkan diri kembali, Nur Wahid mengaku akan mengeluarkan modal seadanya, berbeda dengan yang dia keluarkan pada Pemilu 2019 ini yang dinilainya mencapai sekitar 200 jutaan.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved