Pengancam Penggal Kepala Jokowi Ditahan Polisi, Pengamat: Kearifan Lokal Mengajarkan Sopan Santun!

Ketika pengancam penggal kepala Jokowi ditahan polisi, pengamat hukum sebut kearifan lokal mengajarkan sopan santun.

Pengancam Penggal Kepala Jokowi Ditahan Polisi, Pengamat: Kearifan Lokal Mengajarkan Sopan Santun!
YouTube/Kompas Tv
Pengamat hukum Asep Iwan Iriawan 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pengamat hukum Asep Iwan Iriawan angkat bicara soal kasus pengacam penggal kepala Jokowi.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber di acara Kompas Tv Sapa Indonesia Malam dilansir TribunJakarta.com pada Selasa (14/5).

Pengamat hukum Asep Iwan Iriawan menilai, kebebasan berekspresi di Indonesia memang dijamin namun sesuai dengan kaidah hukum yang ada.

"Orang boleh berkata tetapi ketika kebebasan berpendapat ini kebablasan, maka terkena pasal 107. Kalau mengungkapkan ingin penggal kepala presiden maka kena pasal 104," jelas pengamat hukum.

Pengamat hukum mengatakan, empat sosok founding fathers Indonesia telah membuat mengenai pasal tersebut sehingga harus dihormati.

"The founding fathers kita, empat ulama besar dan bergelar Muhammad depannya membuat konstitusi pasal 27 - 28, silahkan berpendapat tapi menghomati hukum, hukum dibatasi undang-undang."

"Ketika orang mengungkapkan pendapatnya dengan isi menghina apalagi makar maka kriminal," jelas pengamat hukum.

Andi Arief Singgung Bisnis Galang Massa, Kivlan Zen: Saya Sudah Kaya Raya Kalau Melakukannya

Pemuda Ancam Penggal Jokowi Terancam Hukuman Mati, BPN: Dia Tak Punya Niat Jahat, Hanya Emosional

Pengamat hukum menjelaskan, ketika ada seseorang yang teriak-teriak di jalan memprotes sesuatu tetapi saluran untuk menyampaikan pendapatnya ada maka bisa dipidanakan.

"Siapapun ketika orang melakukan perbuatan hukum maka harus dihukum. Kearifan lokal pun juga mengajarkan untuk sopan santun," ungkap pengamat hukum.

Tersangka berinisial HS (25) yang mengancam memenggal Presiden Joko Widodo ditahan di Polda Metro Jaya.
Tersangka berinisial HS (25) yang mengancam memenggal Presiden Joko Widodo ditahan di Polda Metro Jaya. (KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA)

Asep Iwan Iriawan menyatakan, jika kasus pengancam presiden dibiarkan begitu saja maka dikhawatirkan akan menjadi kebiasaan yang tak baik bagi masyarakat.

Halaman
123
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved