Perolehan Kursi Hanura di Tangerang Selatan Mengalami Penurunan Drastis

Hanura hanya tercatat mendapat satu kursi, dengan caleg atas nama Ari Wibawa di dapil Ciputat.

Perolehan Kursi Hanura di Tangerang Selatan Mengalami Penurunan Drastis
TribunJakarta/Jaisy Rahman
ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura, Amar, selepas mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg)-nya di kantor KPU Tangsel, di Jalan Buana Kencana, Rawa Buntu, Serpong, Selasa (17/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNKAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Partai Hanura tengah menghadapi masa sulit. Partai pimpinan Oesman Sapta Odang itu mendapat perolehan suara dan jumlah kursi yang berkurang drastis di hasil Pileg DPRD Tangerang Selatan (Tangsel) periode kali ini.

Pada periode sebelumnya, 2014-2019, Hanura berhasil menguasai enam kursi, dan bisa disebut perkasa di Tangsel.

Di seluruh dapil Hanura mengirimkan perwakilannya.

Namun berdasarkan rekapitulasi suara tingkat kota Tangsel beberapa hari lalu, Hanura hanya tercatat mendapat satu kursi, dengan caleg atas nama Ari Wibawa di dapil Ciputat.

Bahkan, sang ketua DPC Hanura Tangsel, Amar, yang ikut nyaleg, tidak terpilih.

Saat dihubungi, Amar tidak berbicara banyak dan cenderung mengelak saat ditanyai tentang anjloknya suara partai.

"Banyak faktor. Tapi nanti saja ya," ujar Amar saat dihubungi TribunJakarta.com, Selasa (14/5/2019).

VIDEO Kesaksian Warga Soal Jasad Wanita yang Sudah Sepekan Membusuk di Dalam Rumah

Petugas Temukan Bahan Makanan Mengandung Boraks dan Formalin di Pasar Anyar Tangerang

Sidak Pasar Swalayan, Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi Temukan Sejumlah Buah Tak Layak

Sementara, Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarrok, melihat turunnya perolehan suara Hanura tidak bisa dilepaskan dari konflik yang tengah menimpa internal partai itu.

Seperti diketahui, tampuk kepemimpinan Hanura yang dipegang Oesman Sapta Odang sempat diterpa berbagai permasalahan.

Zaki melihat restrukturisasi Hanura di tingkat pusat, berdampak sampai ke tingkat DPC.

"Hanura hancur lebih disebabkan konflik internal, perebutan kepengurusan berdampak pada partai yang sangat tidak solid," terang Zaki.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved