Sosialisasikan Bahaya Narkoba, BNN Gandeng Penggiat Anti-Narkotika

BNN kini menggandeng organisasi penggiat anti narkotika guna mensosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat

Sosialisasikan Bahaya Narkoba, BNN Gandeng Penggiat Anti-Narkotika
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari (kanan) usai penandatanganan kerja sama di kantor BNN, Jakarta Timur, Rabu (15/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Status darurat narkoba yang kini disandang Indonesia mengharuskan Badan Narkotika Nasional (BNN) menempuh berbagai cara untuk memberantas peredaran narkoba.

Setelah bekerja sama dengan instansi pemerintah, BNN kini menggandeng organisasi penggiat anti narkotika guna mensosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari usai penandatanganan kerja sama BNN dengan Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM).

"Saat ini BNN memang telah memiliki perwakilan di 34 provinsi, tetapi pada tingkat kabupaten dan kota belum semua dapat dijangkau. Oleh sebab itu peran masyarakat sangat diperlukan," kata Arman, di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (15/5/2019).

Tiga poin penting dalam penandatanganan kerja sama yakni penyebarluasan informasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba (P4GN).

Pemberian informasi terkait dengan adanya dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di masyarakat, dan pemberian pendampingan terhadap para pengguna yang bermasalah dengan hukum.

"Saya berharap GMDM dapat menjadi organisasi sosial kemasyarakatan yang secara nyata membantu BNN dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba," ujarnya.

Arman menyatakan peran organisasi penggiat anti narkotika merupakan hal penting karena peredaran narkotika dipicu masih tingginya permintaan penyalahguna narkotika.

Besarnya permintaan masyarakat membuat bandar narkotika melirik Indonesia sebagai pasarnya dan selalu mencari cara menyeludupkan barang haram tersebut.

"Kalau suplai itu ditangani para penegak hukum dan instansi yang lain. Tetapi kalau untuk demand (permintaan) harus oleh masyarakat sendiri," tuturnya.

Polisi Tangkap Perempuan Perekam Video Ancam Penggal Jokowi

Cerita Naga saat Putuskan Menjadi Mualaf, Hingga Kini Sebagai Ustaz di Masjid Lautze

Polisi Amankan 7 Remaja yang Hendak Tawuran di Depok

Ketua Umum GMDM Jefry Tommy Tambayong menyebut pihaknya bakal fokus melakukan sosialisasi kepada generasi milenial yang rentan jadi penyalahguna narkotika.

Mengingat 40 persen dari total 269 juta jiwa penduduk Indonesia sekarang merupakan generasi milenial yang dalam beberapa tahun lagi bakal memimpin negara di seluruh lini.

"Milenial ini kedepannya akan menjadi pemimpin bangsa. Makannya kami akan bergerak, tiada hari tanpa penyuluhan di 34 Provinsi. Dan kami akan bekerja sama, bersinergi dengan teman-teman untuk sama-sama mengadakan P4GN," jelas Jefry.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved