VIDEO Melihat Masjid Lautze, Tempat Ibadah Bergaya Tionghoa di Sawah Besar

Tak ada yang mengira bangunan berwarna mencolok dengan perpaduan warna kuning, hijau, dan sedikit corak merah ini merupakan sebuah masjid.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWAH BESAR - Berada di kawasan pertokoan Sawah Besar, tak ada yang mengira bangunan berwarna mencolok dengan perpaduan warna kuning, hijau, dan sedikit corak merah ini merupakan sebuah masjid.

Sepintas bangunan yang terletak di Jalan Lautze No 87-89, Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat itu lebih menyerupai sebuah vihara atau kelenteng.

Pasalnya, tidak ada kubah ataupun menara yang menjulang tinggi seperti lazim ditemui di masjid-masjid lainnya.

Yang ada hanya beragam ornamen khas negeri tiongkok, seperti lampion berkelir merah yang tergantung di bagian depan bangunan tersebut.

Papan petunjuk berkelir kuning berukuran tidak terlalu besar yang berada di atas genting lantai satu pun menjadi satu-satunya petunjuk bangunan tersebut adalah sebuah masjid.

Budaya tionghoa sangat kental terlihat di Masjid Lautze ini. Pada bagian luar tampak tergantung beberapa lampion berwarna merah.

Kemudian, pintu masjid pun dicat warna merah dan bentuknya menyerupai pintu-pintu yang ada di bangunan khas tionghoa, seperti kelenteng.

Tak hanya di bagian luar, budaya tionghoa juga kental terasa di bagian dalam masjid. Tampak corak merah dan kuning begitu mendominasi ditambah dengan beberapa hiasan aksara cina atau huruf mandarin di bagian mimbar.

Ali Karim Oei, Ketua Umum Yayasan Haji Karim Oie menyebut, masjid tersebut dibangun pada tahun 1991 ditengah gejolak anti etnis tionghoa yang begitu santer terdengar.

Halaman
123
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved