Wacana Menteri Muda di Kabinet Jokowi, Pengamat Politik Singgung Saham Parpol Di Balik Kemenangan

Pengamat politik Djayadi Hanan angkat bicara terkait keinginan Jokowi terdapat menteri muda di kabinetnya apabila terpilih kembali.

Wacana Menteri Muda di Kabinet Jokowi, Pengamat Politik Singgung Saham Parpol Di Balik Kemenangan
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Presiden RI Joko Widodo pada acara Kongres Luar Biasa PKPI di Gedung Sekar Wijayakusuma, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (14/5/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pengamat politik Djayadi Hanan angkat bicara terkait keinginan Jokowi terdapat menteri muda di kabinetnya apabila terpilih kembali menjadi Presiden Republik Indonesia.

Wacana mengenai menteri muda di kabinetnya itu disinggung saat pertemuan Jokowi dengan elite tim suksesnya beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan menyoroti terkait kaum milenial yang dimungkinkan masuk ke dalam kabinet Jokowi - Maruf Amin nantinya.

Adanya wacana menteri muda di kabinet Jokowi tersebut kemudian menjadi perhatian publik.

Terdapat pro dan kontra terkait wacana menteri muda tersebut.

Pengamat politik Djayadi Hanan menilai, sebaiknya Jokowi ketika terpilih kembali menjadi presiden itu menentukan agenda prioritasnya terlebih dahulu dan baru berbicara sosok yang mengisinya.

Berpeluang Jadi Ketua DPR RI, Segini Harta Kekayaan Puan Maharani & Besaran Penghasilan Menteri

Puan Maharani Berpeluang Jadi Ketua DPR RI, Apakah Partai Gerindra Bisa Menolak? Simak Aturannya

Djayadi Hanan menuturkan, setidaknya terdapat tiga kompetensi yang harus dimiliki seorang menteri di kabinet Jokowi.

"Kompetensi teknis teknokratis, politik dan kemampuan komunikasi kepada publik, ketiganya harus ada di seorang menteri," ungkap pengamat politik.

Pengamat politik menuturkan, menteri di kabinet Jokowi nantinya bisa saja berasal dari kalangan profesional maupun diendrose oleh partai politik.

Presiden Jokowi didampingi tuan rumah Ketua MPR Zulkifli Hasan untuk mengikuti buka puasa bersama di rumah dinas Zulkifli Hasan di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019).
Presiden Jokowi didampingi tuan rumah Ketua MPR Zulkifli Hasan untuk mengikuti buka puasa bersama di rumah dinas Zulkifli Hasan di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019). (Tribunnews.com/Taufik Ismail)

"Harus ada semacam kompromi disitu, jangan ada dikotomikan antara kompetensi dan partai politik. Kalau zaken diartikan seperti itu maka Jokowi memerlukannya," papar pengamat politik.

Halaman
123
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved