182 Ribu Personel Gabungan Diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2019

Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri mengatakan, Operasi Ketupat berlangsung mulai 29 Mei hingga 12 Juni 2019.

182 Ribu Personel Gabungan Diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2019
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri (tengah) pada diskusi Mudik Selamat Guyub Rukun di Crowne Plaza, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Dalam rangka pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2019, Kepolisian akan melakukan Operasi Ketupat selama 13 hari.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri mengatakan, Operasi Ketupat berlangsung mulai 29 Mei hingga 12 Juni 2019.

Dalam hal ini, sebanyak 182 ribu personel gabungan bakal diterjunkan.

Dari jumlah tersebut, 60 persen di antaranya akan ditempatkan di Pulau Jawa.

"Kekuatan itu didasari sebaran penduduk, yang mayoritasnya ada di Pulau Jawa," ujar Refdi dalam diskusi Mudik Selamat, Guyub Rukun, di Hotel Crowne Plaza, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2019).

Di sisi lain, ia menjelaskan, puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 Lebaran.

Ada Perbedaan Data DAA, Rekap Suara Tingkat Kota Jakarta Timur Tak Kunjung Rampung

Penampakan Narkoba Jenis Baru yang Disebut Yaba dan Gagal Diselundupkan ke Rutan Depok

"Pada saat arus balik waktunya sangat singkat, hanya tiga hari, tanggal 7, 8, dan 9 Juni," terangnya.

Pada mudik tahun ini, ia berharap adanya penurunan pada pengemudi sepeda motor.

Menurutnya, menggunakan kendaraan roda, ditambah berboncengan sambil membawa banyak barang, dapat meningkatkan potensi kecelakaan.

"Harapan kita (pemudik sepeda motor) menurun. Apalagi sekarang sudah banyak fasilitas layanan mudik bersama," tutur Refdi.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved