Cerita Para Imigran Afghanistan Jalani Puasa Ditengah Ketidakpastian Hidup di Kalideres

Mereka terlihat memenuhi trotoar di depan kantor Rudenim Jakarta dengan radius sepanjang sekitar 100 meter.

Cerita Para Imigran Afghanistan Jalani Puasa Ditengah Ketidakpastian Hidup di Kalideres
TribunJakarta/Elga Hikari Putra
Para imigran pengungsi asal Afghanistan yang hidup mengemper di sekitar Rudenim Jakarta menunggu waktu berbuka puasa. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES - Ditemani debu jalanan dan suara knalpot kendaraan yang melintas di depan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Jakarta di Jalan Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat, puluhan imigran asal Afghanistan maupun Afrika, tengah menunggu waktu berbuka.

Tak ada sup buah, kolak atau pun aneka kudapan layaknya takjil yang biasa dijumpai.

Hanya air mineral, teh hangat, serta susu kotak pemberian dari relawan yang menjadi teman setia bagi para imigran ini berbuka puasa.

Mendekati adzan Magrib, para imigran yang membangun tenda-tenda semi permanen di pedestrian sekitar Rudenim Jakarta memang memilih duduk beralaskan terpal di trotoar jalan.

Mereka terlihat lebih menikmati mengemper di trotoar jalan lantaran mungkin bosan dengan suasana sesak di dalam tenda atau sengaja menunggu apabila ada relawan yang mau memberinya makanan berbuka puasa.

Mereka terlihat memenuhi trotoar di depan kantor Rudenim Jakarta dengan radius sepanjang sekitar 100 meter.

Mereka berkumpul secara berkelompok berdasarkan negara asalnya. 

Geram dengan Perlakuan Petugas Bandara Singapura, Annisa Pohan: Kayak Saya Bakal Jadi Imigran Gelap

Sabet Aktor Terbaik di Piala Oscar, Rami Malek Singgung Kisah Imigran di Film Bohemian Rhapsody

Curiga dengan Aktivitas di Toko, Warga Dobrak Pintu dan Dapati Ratusan Imigran Bangladesh Kelaparan

Para imigran yang mengemper di tempat ini berasal dari Afghanistan kemudian dari negara Mali, Sudan, Somalia di benua Afrika.

"Ya setiap hari memang kita tinggal disini. Alhamdulilah ada banyak relawan yang memberi bukaan puasa kepada kami," ujar Ali Reza (31) seorang imigran asal Afghanistan yang sudah fasih berbahasa Indonesia, Kamis (16/5/2019).

Halaman
123
Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved