Dana Kemitraan DKI Belum Cair, Pembangunan Dua Flyover di Bekasi Tetap Berjalan

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan pembangunan dua jalan layang akses menuju Bantar Gebang yakni Rawapanjang dan Cipendawa tetap dilanjutkan

Dana Kemitraan DKI Belum Cair, Pembangunan Dua Flyover di Bekasi Tetap Berjalan
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Jembatan Layang Cipendawa pada Kamis (16/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, RAWALUMBU - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan pembangunan dua jalan layang (flyover) akses menuju Bantar Gebang yakni Rawapanjang dan Cipendawa tetap dilanjutkan meski dana dari DKI Jakarta belum cair.

Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Idi Susanto mengatakan, pembangunan tahap 1 kedua jembatan akses penghubung menuju TPST Bantar Gebang itu telah rampung pada akhir 2018 lalu.

Selanjutnya, pembangunan tahap 2 segera dilakukan setelah proses lelang kontraktor telah rampung. Untuk tahap 1 pembangunan yang sudah diselesaikan berupa konstruksi badan jalan flyover sepanjang 150 meter.

"Untuk tahap lelang kita sudah tentukan pemenangnya, minggu depan kita sudah mulai pekerjaan lanjutan untuk tahap kedua," kata Idi Kamis (16/5/2019).

Untuk panjang masing-masing jalan layang Rawapanjang 750 meter sedangkan jalan layang Cipendawa sepanjang 800 meter. Proses pembangunan diprediksi akan memakan waktu 8 bulan hingga akhir 2019 ini dapat diresmikan.

Sampah Batang Bambu Menumpuk di Bendungan Koja Sungai Cikeas Bekasi

Perbaikan Jalur Mudik di Kota Bekasi Ditargetkan Rampung H-10

Petugas Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bekasi Tambal Lubang di Jalur Mudik 

Idi menjelaskan, untuk alokasi dana kemitraan dari DKI Jakarta yang diperuntukkan untuk pembangunan dua jalan layang tersebut hingga saat ini belum cair. Namun pembangunan lanjutan tetap akan dilakukan sesuai jadwal dengan menggunakan dana talangan dari pihak pemenang lelang.

"Sisa dana dari DKI untuk pembangunan dua flyover itu sebanyak Rp 230 miliar, sekarang masih proses pencairan, minggu depan sudah mulai kerja (pembangunan) enggak nunggu dana cair, kerja aja dulu gapapa," terangnya.

Adapun dana yang dibutuhkan untuk pembangunan dua flyover tersebut mencapai Rp 1 triliun. Sumber dana pembangunan kedua proyek flyover mengandalkan dana hibah dari DKI Jakarta yang sejak 2017 sudah diusulkan dan biaya pembebasan lahan dibebankan APBD Pemkot Bekasi.

Keberadaan flyover tersebut diharapkan dapat mengurai kepadatan kendaraan yang kerap terjadi di simpang Cipendawa. Selain itu, flyover Cipendawa juga merupakan akses untuk kendaraan truk sampah menuju TPST Bantar Gebang.

Sedangkan untuk flyover Rawapanjang membentang dari Jalan Jenderal Ahmad Yani menuju Jalan Raya Siliwangi Bekasi Timur. Kendaraan dari arah Gerbang Tol Bekasi Barat, Pekayon menuju Bantar Gebang nantinya tidak perlu lagi menumpuk di simpang Rawapanjang.
Attachments area

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved