LBH Keadilan Minta Wali Kota Tangsel Pecat Pegawai yang Aniaya Bawahannya Sampai Bonyok

Ketua LBH Keadilan, Abdul Hamim Jauzie, mengecam dugaan perbuatan kekerasan yang dilakukan oleh pamong praja itu.

LBH Keadilan Minta Wali Kota Tangsel Pecat Pegawai yang Aniaya Bawahannya Sampai Bonyok
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Mata Kanan Surya Malik Perkasa (27) bengap dan tidak bisa terbuka sempurna saat berbicara di depan awak media di rumahnya di bilangan Serua Indah RT 3 RW 9, Serua, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) Kamis (16/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Perbuatan tidak pantas yang dilakukan oleh salah seorang pegawai pemerimtah kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terhadap bawahannya, menuai banyak tanggapan.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Surya Malik Perkasa (27), staff Seksie Pemerintahan, Kecamatan Ciputat, mengaku ditinju hingga membuat wajahnya bonyok oleh atasannya sendiri, Kepala Seksie Pemerintahan, Adi Irawan.

Pemukulan itu terjadi di ruangan Malik, sekira pukul 11.00 WIB, Rabu (16/5/2019). Malik pun melaporkan atasannya itu ke Polres Tangsel.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, alasan pemukulan itu tidak jelas karena Malik mengatakan hanya karena perkara sampah.

Saat didatangi, Camat dan Sekretaris Camat lebih memilih bungkam. Mereka enggan muncul saat ditunggui awak media untuk meminta keterangan.

Pegawai Pemkot Tangsel Diduga Tinju Bawahannya Sampai Bonyok cuma karena Perkara Buang Sampah

Ketua LBH Keadilan, Abdul Hamim Jauzie, mengecam dugaan perbuatan kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota pamong praja itu.

"Sebagai pejabat seharusnya Adi memberikan teladan kepada bawahannya. Perbuatannya menunjukan watak sesungguhnya sikap pejabat kepada bawahannya," kata Hamim dalam keterangan resminya, Kamis (16/5/2019).

Hamim berharap Polres Tangsel memprioritaskan kasus tersebut agar segera bisa ditindaklanjuti.

Kepada Wali Kota, Hamim meminta agar pejabat terkait dipecat sehingga tidak menimbulkan stigma pejabat kebal hukum.

"Kami meminta Wali Kota Tangerang Selatan mencopot jabatannya dan memberhentikanya sebagai ASN. Jika hal ini dibiarkan, kami khawatir akan menjadi preseden buruk. Sebagai pejabat akan merasa 'kebal hukum'," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved