Petugas PKP Jakarta Timur Pastikan Tumpahan Oli di Jalan Hankam Ceger Sudah Tertangani

Kasi Ops Sudin PKP Jakarta Timur Gatot Sulaeman mengatakan penanganan tumpahan oli dan bahan bakar dengan cara disemprot menggunakan air

Petugas PKP Jakarta Timur Pastikan Tumpahan Oli di Jalan Hankam Ceger Sudah Tertangani
Istimewa/Dokumentasi Sudin PKP Jakarta Timur
Personel Sudin PKP Jakarta Timur saat menyemprot tumpahan oli dan bahan bakar di Jalan Raya Hankam, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (15/5/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Tumpahan oli dan bahan bakar di Jalan Raya Hankam Kelurahan Ceger, Cipayung yang sempat membahayakan pengguna jalan berhasil ditangani personel Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur.

Kasi Ops Sudin PKP Jakarta Timur Gatot Sulaeman mengatakan penanganan tumpahan oli dan bahan bakar dengan cara disemprot menggunakan air dari mobil pompa membutuhkan waktu satu jam.

"Sekarang tumpahannya sudah enggak ada, pengguna jalan bisa lewat lagi. Oli sama bahan bakar yang tumpah itu cukup banyak jadi penanganannya agak lama, sekitar satu jam," kata Gatot di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (15/5/2019).

Gatot menuturkan pihaknya mendapat laporan tumpahan oli sekira pukul 20.45 WIB dan segera mengerahkan satu unit mobil pompa berikut empat personel dari pos Taman Mini Indonesia Indah.

Selain personel Sudin PKP Jakarta Timur, penanganan dibantu sejumlah personel Satpol PP, Sudin Perhubungan, dan Satlantas Polres Jakarta Timur.

"Tadi dibantu teman-teman dari Satpol PP, Dishub, dan Polri untuk mengatur arus lalu lintas selama penanganan. Alhamdulillah enggak ada korban jiwa karena tumpahan oli itu," ujarnya.

VIDEO Penjelasan Ketua KPU DKI Soal Diundurnya Rapat Pleno Jakarta Timur

Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Tabrakan Kereta di Tangerang Bertambah

Terduga Perekam Video Penggal Jokowi Rupanya Sudah Siap Dijemput Polisi

Meski berhasil tertangani, Gatot mengaku belum dapat memastikan darimana asal tumpahan oli dan bahan bakar yang membahayakan pengguna jalan itu.

Pasalnya saat tim gabungan tiba di lokasi, warga yang melapor sudah tak ada di lokasi, hanya pengguna jalan yang saling mengingatkan sesama akan keberadaan tumpahan oli.

"Pas anggota tiba di lokasi pelapor sudah enggak ada, jadi untuk sekarang kita belum tahu darimana asal tumpahan oli dan bahan bakar ini. Pengguna jalan di lokasi juga enggak tahu persis," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved