Sampah Batang Bambu Menumpuk di Bendungan Koja Sungai Cikeas Bekasi

Puarman menjelaskan, jika sampah bambu dibiarkan terlalu lama menyumbat, dikhawatirkan akan menimbulkan dampak banjir luapan air sungai

Sampah Batang Bambu Menumpuk di Bendungan Koja Sungai Cikeas Bekasi
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
sampah bambu di aliran Sungai Cikeas menumpuk di Bendungan Koja, Jatiasih, Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, JATIASIH - Petugas gabungan dari Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) dan instasi pemerintah daerah hingga pusat membersihkan sampah bambu yang menumpuk di Bendungan Koja Sungai Cikeas, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Kamis (16/5/2019).

Ketua KP2C Puarman mengatakan, sampah bambu itu sudah muncul sejak Jumat (10/5) lalu, ketika itu kondisi debit air tengah meningkat imbas hujan lebat yang terjadi di hulu suangai di Kabupaten Bogor Jawa Barat.

"Sudah ada sejak jumat, volumenya cukup banyak jadi bari bisa dilakukan pembersihan mulai hari ini," kata Puarman, Kamis (16/5/2019).

Petugas gabungan yang terjun dalam kegiatan ini terdiri dari KP2C, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), hingga dari Perum Jasa Tirta 2 (PJT 2).

"Jumlah sampah bambu yang menyumbat di Bendungan Koja ada sekitar 200 kubik, ini terlalu berat makanya ini ada petugas gabungan," jelas dia.

Puarman menjelaskan, jika sampah bambu dibiarkan terlalu lama menyumbat, dikhawatirkan akan menimbulkan dampak banjir luapan air sungai karena air tidak dapat mengakir ke hilir dengan sempurna.

"Berpotensi menimbulkan banjir di 4 perumahan Vila Nusa Indah 3, Kabupaten Bogor, Vila Mahkota Pesona, Kabupaten Bogor, Puri Nusaphala, Kota Bekasi, dan Perumahan Mandosi, Kota Bekasi," jelas dia.

Ketua KPU Jakarta Timur Wage Wardana Tidak Berhentikan Anggotanya yang Diduga Temui Caleg

Polisi Gerebek Diduga Markas Persembunyian Para Pelaku Curanmor di Tangerang

Proses pembersihan sampah bambu dilakukan dengan cara manual, petugas gabungan terpaksa mendorong sampah tersebut dengan cara manual agar dapat mengalir ke hilir melintasi bendungan.

"Karena pakai alat berat aksesnya enggak bisa, kita pakai manual didorong sampahnya sampai mengalir nanti di Kemang Pratama baru pakai alat berat di sana akeses bisa," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas LH Kota Bekasi Jumhana Luthfi mengatakan, sampah bambu itu merupakan sampah kiriman dari hulu sungai di Kabupaten Bogor. Sampah itu kerap muncul bersama dengan aliran sungai.

"Kita sudah kordinasi ke Pemkab Bogor untuk dilakukan investigasi, karena sampag itu dari hulu, mengalir kemudian tersendat di bendungan dan menumpuk," paparnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved