Suka Selfie dan Rekam Video, Begini Kronologi Emak-emak Sebar Video Ancam Penggal Jokowi

Hilary menjelaskan, video yang direkam ibunya viral pada Sabtu (11/5/2019) atau keesokan harinya, setelah ikut demo di Kantor Bawaslu Jumat (10/5).

Suka Selfie dan Rekam Video, Begini Kronologi Emak-emak Sebar Video Ancam Penggal Jokowi
Tribunnews.com/Fahdi
Dua perempuan yang berada dalam video ancaman terhadap Presiden Joko Widodo digiring aparat Polda Metro Jaya, Rabu (15/5/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Hilary Putri Armana (20), putri perekam dan penyebar video Hermawan Susanto yang ancam penggal Jokowi, menyebut ibunya tidak mengenal sosok pemuda yang ada di video tersebut.

"Ibu saya enggak kenal pemuda itu, namanya demo kan ramai orang ya. Ibu saya kenal tante Anna aja yang pakai kacamata, itu teman satu relawannnya," katanya, saat ditemui di rumahnya, Grand Residence City, Cluster Prapanca Dua, Blok B 11/21, RT 02 RW 14, Kelurahan Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu (15/5/2019) sore.

Hilary menjelaskan, video yang direkam ibunya viral pada Sabtu (11/5/2019) atau keesokan harinya, setelah ikut demo di Kantor Bawaslu pada Jumat (10/5/2019).

HS, pria yang mengancam memenggal kepala Presiden Joko Widodo diamankan Polda Metro Jaya.
HS, pria yang mengancam memenggal kepala Presiden Joko Widodo diamankan Polda Metro Jaya. (ISTIMEWA/Tangkap layar Kompas TV)

"Jadi kondisi waktu itu ramai, semua pada teriak-teriak, namanya kan lagi demo. Jadi pas lagi rekam video, di belakang ada temannya yang teriak agar Indonesia menang, dapat pemimpin adil, jadi mama saya bantu jawab amin. Enggak tahu ada pemuda itu ikut-ikut gabung masuk frame di video itu," bebernya.

Ibunya sempat kaget videonya itu bisa viral dan menjadi masalah seperti ini.

Sebab, ketika itu ibunya hanya merekam dan tidak tahu ada pemuda yang sedang berbicara bernada ancaman kepada Presiden.

"Ibu saya suka dokumentasi, suka selfie. Jadi pas demo di Bawaslu itu rekam video buat bukti kalau ikut demo," tuturnya.

"Ibu saya enggak tahu ada ucapan ancaman dari pemuda itu, langsung kirim ke dua grup WA. Pas dicek enggak tahunya ada ucapan itu. "Sudah viral gitu, besoknya mau dihapus enggak bisa, sudah nyebar," sambungnya.

Hilary mengatakan, saat video itu menyebar ke media sosial seperti Facebook, ia juga tidak tahu. Bahkan, ibunya juga tidak megenal akun yang menyebarkan di Facebook itu.

"Hanya dikirim dua grup WA, satu grup itu isinya relawan 02 di Kecamatan Setu dan relawan 02 berbagai daerah. Enggak tahu bisa nyebar ke medsos lain. Mungkin ada orang di luar relawanan 02 yang nyamar masuk grup itu," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved