Cara Pedagang Buku di Kwitang Bertahan di Era Modern

Kini, masyarakat lebih suka berbelanja secara online ketimbang datang ke tempat-tempat penjualan buku.

Cara Pedagang Buku di Kwitang Bertahan di Era Modern
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Jejeran para penjual buku bekas di kawasan Kwitang yang masih bertahan kini memilih menggelar lapak mereka di salah satu ruko yang ada di Jalan Kramat Raya, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Para pedagang buku bekas di kawasan Kwitang kian hari kian tergerus oleh kemajuan zaman.

Kini, masyarakat lebih suka berbelanja secara online ketimbang datang ke tempat-tempat penjualan buku.

Padahal, kawasan Kwitang sejak dulu sudah dikenal luas sebagai sentra penjualan buku-buku bekas dengan harga sangat terjangkau.

Untuk menyiasati hal tersebut, kini sebagian besar para penjual buku Kwitang pun ikut-ikutan menjual dagangan mereka secara online.

Mereka kini menjajakan barang dagangan mereka melalui sejumlah lapak jual-beli online yang ada, seperti tokopedia, bukalapak, ataupun shopee.

"Mau gimana lagi, kami disini juga harus beradaptasi supaya masih ada pemasukan setiap harinya," ucap Gugun (32), penjual buku Kwitang, Jumat (17/5/2019).

Dikatakan Gugun, sebagian besar pedagang buku Kwitang yang masih bertahan kini menggantungkan hidup mereka dengan berjualan online.

Pasalnya, kini jumlah penjualan via online jauh lebih besar dibanding jumlah pelanggan yang datang langsung ke toko mereka.

"Kalau online sih sehari tiga sampai lima buku bisa laku, tapi kalu di toko gini belum tentu ada orang yang datang," ujarnya kepada TribunJakarta.com.

Menengok Sisa Kejayaan Pasar Buku Kwitang yang Mulai Ditinggalkan Pembeli

Langganan Macet, Camat Kramat Jati Minta Jalan Raya Bogor Dilebarkan

Bank Mandiri Siapkan 77 Titik Lokasi Penukaran Uang Kecil Jelang Lebaran

Bahkan, ada beberapa pedagang, disebut Gugun, lebih memilih berjualan online ketimbang membuka lapak di kawasan Kwitang.

"Beberapa pedagang yang dulunya jualan disini ada yang lebih milih jualan online dari rumah. Lebih murah karena mereka enggak harus sewa kios kan," kata Gugun.

Meski demikian, ia mengaku lebih senang berjualan secara offline dibandingkan melalui lapak jual-beli online.

"Kalau jualan online kita harus mengeluarkan uang dulu buat ongkos kirim, kalau barang sudah diterima baru uang cair," ucapnya.

"Jadi kalau sekarang dapat duitnya lebih lama saja dibanding jualan biasa," tambahnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved