Ramadan 2019

Jelang Lebaran, Transaksi Toko Khong Guan Mayestik Capai Rp 150 Juta Per Hari

Menjelang Lebaran, toko biskuit Khong Guan di Mayestik, Kebayoran Baru menambah stok nya hingga 20 kali lipat.

Jelang Lebaran, Transaksi Toko Khong Guan Mayestik Capai Rp 150 Juta Per Hari
TribunJakarta/Anisa Kurniasih
Toko Khong Guan Mayestik di Kebayoran Baru Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Anisa Kurniasih

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Menjelang Lebaran, toko biskuit Khong Guan di Mayestik, Kebayoran Baru menambah stok nya hingga 20 kali lipat.

Hal tersebut dikarenakan banyaknya permintaan dari pembeli yang ingin memborong produk biskuit untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran.

Muhammad Said selaku penanggung jawab gudang toko Khong Guan Mayestik mengatakan bahwa pihaknya sudah memperbanyak stok tersebut jauh - jauh hari yaitu dua bulan sebelum Ramadan.

"Dua bulan sebelum puasa kami udah mulai banyakin stok karena pembeli juga sudah mulai ramai, jadi di tahun ini sih stoknya mencapai 20 kali lipat dari biasanya," ujar Said kepada TribunJakarta.com, Jumat (17/5/2019).

Tak cuma biskuit namun untuk produk wafer dan butter cookies juga menurut Said menjadi incaran para pembeli menjelang Lebaran.

Puluhan Kuliner Istimewa Siap Manjakan Lidah Saat Anda Lapar Belanja di Pasar Mayestik

Yuk Percantik Jilbab dengan Aneka Bros di Pasar Mayestik, Harga Mulai Rp 3 Ribuan

Beli Gorden di Pasar Mayestik, Segini Uang yang Dikeluarkan Raffi Ahmad

Cerita Leni, Perancang Busana di Pasar Mayestik Langganan Keluarga Pejabat Hingga Artis Terkenal

Bahkan hal itu pun mempengaruhi peningkatan transaksi toko dari bulan-bulan biasanya.

"Ya jelas omzetnya meningkat, kalau hari biasa selain Ramadan itu cuma Rp 15 juta perhari, kalau ini lagi ramai - ramainya bisa sampai Rp 150 juta sehari," kata Said.

Ia dan tim pun mengaku sempat kewalahan untuk mengurus keluar masuk barang saat Ramadan tiba.

Para pembeli biasanya datang membeli borongan dan juga untuk keperluan pribadi.

Toko Khong Guan Mayestik memang menjadi salah satu toko andalan masyarakat saat Ramadan tiba.

Pasalnya, di tempat ini menawarkan harga kue, biskuit, wafer dan semacamnya dengan harga agen dan grosiran.

Namun berbeda dari tahun -tahun sebelumnya, Said yang sudah 18 tahu bekerja di tempat tersebut mengatakan bahwa di masa sekarang tren membeli biskuit tidak terlalu tinggi seperti pada masanya.

"Dulu masa paling jaya itu sekitaran tahun 2003, rasanya semua orang berbondong-bondong datang untuk beli," kata Said lagi.

Penulis: Anisa Kurniasih
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved