Ramadan 2019

Kepala Dinsos DKI Jakarta Akui Belum Miliki Kebijakan Soal Fenomena Manusia Gerobak

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah ungkapkan belum adanya kebijakan soal manusia gerobak.

Kepala Dinsos DKI Jakarta Akui Belum Miliki Kebijakan Soal Fenomena Manusia Gerobak
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Manusia gerobak keluarga Tatang dan Konah di Jalan Bintaro Utama 3A, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Kamis (14/6/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah ungkapkan belum adanya kebijakan soal manusia gerobak.

Fenomena manusia gerobak mulai muncul ketika bulan Ramadan tiba.

Para manusia gerobak biasanya turut membawa anak-anak mereka di dalam gerobak tersebut.

"Manusia gerobak menjadi satu persoalan di kita. Karena dia tidak termasuk dalam Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Jadi untuk sementara waktu kita halau mereka saja jangan sampai mengganggu ketertiban umum. Kita juga sedang berkordinasi dengan Kementerian Sosial, kira-kira untuk manusia gerobak ini kita posisikan sebagai apa. Kalau PMKS kan sudah jelas penanganannya. Namun untuk kasus ini (manusia gerobak)kalau kita masukan mereka ke Panti dasarnya belum jelas," terang Irmansyah.

Dasar kebijakan yang belum jelas, membuat para petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) di lapangan, hanya diinstruksikan untuk pemberitahuan saja.

Menurut Irmansyah, di luar PMKS para manusia gerobak terkadang juga mengharapkan belas kasihan orang lain atau uluran tangan orang lain.

"Mudah-mudahan ke depannya ada kebijakan. Sehingga kita bisa lakukan pembinaan kepada mereka layaknya PMKS," sambungnya.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat untuk sama-sama mengedepankan ketertiban umum.

Kata Sandiaga, Pengemis dan Manusia Gerobak Punya Penghasilan Rp 15 Juta Per Minggu

Mulung Sekeluarga, Manusia Gerobak Harap Pemberian Orang

Serta mengajak masyarakat untuk menekan angka manusia gerobak yang tiap Ramadan terus alami peningkatan.

"Untuk masyarakat yang ingin memberikan infaq dan sodakoh, cobalah mulai berikan ke tempat-tempat atau yayasan yang resmi dan jelas. Dengan begitu saya rasa bisa menekan angka manusia gerobak yang belum jelas kebijakannya seperti apa," tutupnya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved