Menengok Sisa Kejayaan Pasar Buku Kwitang yang Mulai Ditinggalkan Pembeli

Pasar Buku Kwitang tak seramai dulu, jumlah pembelinya pun kian hari kian menurun dibanding sebelumnya.

Menengok Sisa Kejayaan Pasar Buku Kwitang yang Mulai Ditinggalkan Pembeli
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Jejeran para penjual buki bekas di kawasan Kwitang yang masih bertahan kini memilih menggelar lapak mereka di salah satu ruko yang ada di Jalan Kramat Raya, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Sejak dulu kawasan Kwitang dikenal sebagai surga bagi para penikmat buku.

Dulu para pedagang buku bekas menggelar lapak dagangan mereka di kawasan tersebut.

Jejeran lapak para pedagang itu pun memadati trotoar yang ada di salah satu sudut simpang Senen, Jakarta Pusat.

Saking terkenalnya kawasan itu, Pasar Buku Kwitang pernah menjadi tempat syuting salah satu film yang pernah meledak di awal tahun 2.000-an, yaitu 'Ada Apa Dengan Cinta' (AADC).

Film besutan sutradara Rudy Soedjarwo itu menggambarkan begitu ramainya kondisi Pasar Buku Kwitang kala itu.

Namun, kini kondisi di Pasar Buku Kwitang sudah terbalik 180 derajat. Para pedagang yang dulunya memadati trotoar di Jalan Keramat Kwitang kini sudah berpencar.

TribunJakarta.com pun siang ini, berkesempatan mengunjungi lokasi yang dulunya menjadi pusat keramaian para pedagang buku Kwitang.

Kini hanya ada segelintir pedagang yang masih bertahan di kawasan itu, mayoritas sudah pindah ke kawasan Blok M ataupun Pasar Kenari sejak Pemkot Jakarta Pusat menggusur mereka pada tahun 2007 lalu.

Sebagian pedagang yang masih bertahan itu memilih berkumpul dalam satu ruko dan menyewanya bersama-sama.

Halaman
123
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved