Pemilu 2019

MUI dan Tokoh Agama Kota Bekasi Tolak Seruan People Power

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah tokoh agama Kota Bekasi secara tegas menolak seruan people power.

MUI dan Tokoh Agama Kota Bekasi Tolak Seruan People Power
TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar
Sejumlah tokoh agama dan MUI Kota Bekasi berkumpul untuk menolak aksi people power. Pertemuan berlangsung di Masjid Agung Al-Barkah Bekasi, Jumat (17/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah tokoh agama Kota Bekasi secara tegas menolak seruan people power.

Hal ini disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung di Masjid Agung Al-Barkah, Jalan Veteran, Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat (17/5/2019).

Dipimpin Ketua MUI Kota Bekasi KH Sukandar Gozali, para tokoh agama menghimbau masyarakat khususnya di Kota Bekasi agar tidak terprovokasi melakukan aksi inkonstitusional jelang pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU RI.

"MUI Kota Bekasi dan tokoh agama, para ulama menolak people power atau cara-cara inkonstitusional, kita himbau masyarakat tidak ikut aksi atau terprovokasi," kata Sukandar.

Dia menambahkan, masyarakat diminta untuk menyerahkan proses pemilu ke KPU.
Untuk proses sengketa hasil pemilu nantinya, ada tahapan dan cara yang sesuai undang-undang.

"Jangan sampai judulnya demo menyampaikan pendapat justru keluar dari jalur tindakan makar, menyampaikan pendapat itu dilindungi oleh Undang-undang, ini yang kita jaga dan khawatirkan itu jangan sampai itu membuahkan makar, membuahkan tindakan inkonstitusional tadi," katanya.

Selanjutnya, ketua MUI Kota Bekasi ini juga meminta kepada tokoh agama para ulama menyampaikan kepada masyarakat luas agar sama-sama menciptakan iklim yang aman, damai, dan kondusif.

Logistik Pemilu 2019 Jakarta Timur Dimungkinkan Tiba di Hotel Bidakara Dini Hari

Salah Hitung, Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pemilu 2019 Jakarta Timur kembali Molor

Dalam kesempatan itu, hadir Ketua Ketua Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Barat, KH Ahmad Sidik.

Dia mengimbau agar masjid jangan pernah digunakan untuk berpolitik, masyarakat harus menjaga kesucian masjid agar benar-benar digunakan fokus untuk beribadah.

"Apalagi ini bulan suci ramadan, gunakan waktu untuk fokus beribadah, jangan jadikan masjid tempat berpolitik apalagi tempat untuk seruan people power," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved