Sejarah Masjid Jami Al-Istiqomah yang Pertama Berdiri di Kota Depok

Azhari menuturkan, cerita yang tersebar di masyarakat perihal Masjid Al-Istiqomah merupakan Masjid pertama yang berdiri di Kota Depok, adalah benar

Sejarah Masjid Jami Al-Istiqomah yang Pertama Berdiri di Kota Depok
TribunJakarta.com/Bima Putra
Masjid Jami Al-Istiqomah di Pancoran Mas, Kota Depok. TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Berdiri sejak tahun 1848 silam, Masjid Al-Istiqomah tetap berdiri kokoh hingga saat meski usianya sudah 100 tahun lebih.

"Sudah sejak tahun 1848 dibangunnya kalau menurut orang tua sini," ujar Didik petugas Masjid Al-Istiqomah ditemui dilokasi, Jumat (17/5/2019).

Berwarna hijau muda, krem, dan putih, Masjid Al-Istiqomah selalu ramai dikunjungi orang menurut Didik.

Hal tersebut, lantaran posisi Masjid yang tepat berada diperempatan jembatan Mampang, Pancoran Mas, Kota Depok, yang mana ribuan kendaraan melintas setiap harinya.

"Posisinya kan diperempatan jalan, masjid ini selalu ramai dikunjungi orang baik oleh warga atau pun pengendara yang melintas," kata Didik.

Ketika TribunJakarta.com mencoba menanyakan tentang sejarah Masjid Al-Istiqomah, Didik pun langsung mengarahkan kepada sosok seorang pria tengah berada didalam Masjid.

"Sama beliau saja, namanya Bapak Azhari. Beliau lebih lama dan lebih dulu daripada saya disini," kata Didik.

Akhirnya, TribunJakarta.com pun menemui Azhari yang juga merupakan pegawai di Masjid tersebut.

Azhari menuturkan, cerita yang tersebar di masyarakat perihal Masjid Al-Istiqomah merupakan Masjid pertama yang berdiri di Kota Depok, adalah benar adanya.

Prabowo-Sandi Ungguli Perolehan Suara Jokowi-Maruf di Jakarta Timur

Aliansi Pemuda Mahasiswa Anti Mafia Desak Menhub Budi Karya Turunkan Harga Tiket Pesawat

Tanggapan Wakil Wali Kota Tangerang Soal Perda Bantuan Kematian

"Benar itu, ini Masjid pertama yang berdiri di Kota Depok," ujar Azhari.

Azhari mengatakan, dahulu kala menurut cerita para tokoh masyarakat sekitar Masjid tersebut merupakan tempat persinggahan sekaligus tempat ibadah.

"Jadi tuh dulu, para pedagang yang melintas menjadikan tempat ini sebagai tempat singgah untuk beribadah,"ucap Azhari sambil melipat mukena dan sarung inventaris Masjid Jami Al-Istiqomah.

Hingga akhirnya, Syech Haji Djasim mewakafkan tanah seluas 1.020 tersebut untuk dibangun Masjid Jami Al-Istiqomah.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved