Tak Larang Pendatang Baru ke Jakarta Saat Arus Balik Mudik, Pemprov DKI Minta Administrasi Dipenuhi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Sekda DKI Jakarta Saefullah mengimbau kepada seluruh pendatang baru untuk melengkapi administrasi

Tak Larang Pendatang Baru ke Jakarta Saat Arus Balik Mudik, Pemprov DKI Minta Administrasi Dipenuhi
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Sekretariat Daerah Pemprov DKI Jakarta, Saefullah (tengah), sedang memberi keterangan kepada awak wartawan di dalam gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengimbau kepada seluruh pendatang baru untuk melengkapi administrasi ketika datang merantau ke Ibu Kota saat arus balik mudik.

Tak bisa dipungkiri, Saefullah mengatakan ada saja masyarakat DKI Jakarta yang kembali ke Ibu Kota setelah mudik dengan membawa sanak saudara ataupun keluarganya untuk sama-sama mengadu nasib di Jakarta.

Apalagi, kota Jakarta dinilai sebagai kota dengan kehidupan perekonomian yang cukup besar.

Ia pun mengaku tak bisa melarang hal tersebut.

Ogah Tengok Dibukanya Pusat Jajanan di Pulau Reklamasi, Anies Utus Sekda Saefullah Cek Perizinan

Anies Baswedan Melalui Sekda Saefullah Teken Aturan Perpanjangan Ganjil Genap

Tunjuk Sekda Saefullah Jadi Pelaksana Harian, Anies Baswedan Terbang ke Argentina Besok

"Pulang kampung, itu pasti ada. Nah saat kembali juga pasti ada (yang datang). Nanti kalau kembali ke Jakarta, saya minta seluruh dokumen kependudukannya dipenuhi," kata Saefullah di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).

Menurut Saefullah, Jakarta merupakan kota yang terbuka bagi siapa saja.

Karena itu ia menyebut bahwa siapapun dan darimana pun boleh-boleh saja datang ke Jakarta. Termaksud setelah arus mudik selesai.

Ia pun mengimbau agar seluruh pendatang menaati aturan yang berlaku, tekmaksud dengan memenuhi administrasi kependudukan di wilayah yang ditinggali.

"Nanti kalau kembali ke Jakarta saya minta seluruh dokumen kependudukannya dipenuhi, kita tidak bisa bilang jangan, tidak boleh datang ke Jakarta, karena Jakarta adalah kota terbuka," pungkasnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved