The Jakmania Cipayung Berikan Santunan kepada Anak Yatim

The Jakmania Sub Cipayung berikan santunan ke 16 anak yatim di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Payung Tunas Teratai

The Jakmania Cipayung Berikan Santunan kepada Anak Yatim
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Suasana bukber dan santunan anak yatim yang diadakan oleh The Jakmania sub Cipayung, Jumat (17/5/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - The Jakmania Sub Cipayung berikan santunan ke 16 anak yatim di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Payung Tunas Teratai, Cipayung, Jakarta Timur.

Sekitar 100 anggota tetap pendukung setia Macan Kemayoran ini menghadiri acara buka bersama dan santunan ke 16 anak yatim sekitaran Cipayung.

Ketua The Jakmania Sub Cipayung, Yohanes Sili Attawolo menceritakan, selalu memanfaatkan area RPTRA yang merupakan fasilitas umum untuk tiap kegiatan mereka.

"Selagi ada fasilitas umum, maka kita manfaatkan. Lokasi yang strategis juga kita manfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi antar pendukung setia Persija yang ada di Cipayung. Sebenarnya anggota aktif kami ada sekitar 160 orang. Namun kebetulan untuk acara hari ini yang hadir hanya sekitar 100 orang. Sebab sisanya juga punya kegiatan masing-masing," paparnya, Jumat (17/5/2019).

Setiap laga Persija, para Ketua menjual tiket tersebut dengan melebihkan harganya maksimal Rp 5 ribu. Kelebihan tersebut akan digunakan untuk operasional seperti membeli snak untuk nonton bareng atau acara santunan.

Polisi Tangkap Empat Pelaku Curanmor di Jakarta Selatan, Ada yang Menyamar Jadi Ojek Online

Ibu Rumah Tangga Tewas Bersimbah Darah, Diduga Dibunuh Sang Suami yang Dendam Terhadap Korban

Selain itu, tiap kali perkumpulan antar anggota akan dimintai uang kas rutin.

Uang kas ini sifatnya sukarela, sehingga untuk nominalnya tidak pernah ditentukan sesuai kesepakatan bersama.

"Dengan adanya berbagi seperti ini, saya berharap para orang di luar sana dapat melihat. Bahwa kita juga perduli terhadap sesama. Sebab bagi sebagian orang masih beranggapan pendukung bola masih berhubungan dengan hal anarkis," tutup lelaki yang biasa disapa Silay tersebut.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved