Gelar Pelatihan Bisnis, Jakarta Islamic Centre Luncurkan Komunitas Toko Muslim

Program ini mempertemukan para Pengusaha muda dalam ajang Meet Up Pengusaha Muda sekaligus buka puasa bersama yang dihelat kemarin.

Gelar Pelatihan Bisnis, Jakarta Islamic Centre Luncurkan Komunitas Toko Muslim
ISTIMEWA/Dokumentasi Jakarta Islamic Centre
JIC Business Coaching sekaligus peluncuran Komunitas Toko Muslim (KoKoLim). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Divisi Pengembangan Bisnis Jakarta Islamic Centre (JIC) menggelar program Bussiness Coaching di Masjid Raya JIC, Koja, Jakarta Utara.

Program ini mempertemukan para Pengusaha muda dalam ajang Meet Up Pengusaha Muda sekaligus buka puasa bersama yang dihelat kemarin.

Kepala Bagian Umum Badan Manajemen JIC, Sofyan Jamaludin menjelaskan, program JIC Bisnis Coaching yang digelar Divisi Bisnis tersebut merupakan program regular setiap bulan Ramadan.

Adapun dalam rangkaian acara tahun ini, diluncurkan pula Komunitas Toko Muslim (KoKolim).

"Alhamdulillah, ini kembali digelar. Dan yang menarik, juga akan ada launching Komunitas KoKolim. Jadi ini pergerakan pengusaha muslim yang juga tanggap terhadap laju perkembangan teknologi," ucap Sofyan, Sabtu (18/5/2019).

Sofyan menambahkan JIC Business Coaching pada dasarnya digelar mengikuti pandangan Islam tentang hukum transaksi e-commerce.

Selama Ramadan, Jakarta Islamic Centre Kembali Adakan Program Gemakusi

Dalam acara ini, diberikan pencerahan bahwa e-commerce diperbolehkan berdasarkan prinsip maslahah.

"Yaitu mengambil manfaatnya dan menolak kemudharatan dalam memenuhi tujuan syariah. Dilihat dari segi mekanisme, transaksi e-commerce juga di perbolehkan asalkan memenuhi rukun dan syarat sahnya jual beli," ucap Sofyan.

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis JIC, Muhammad Rusdy menuturkan, JIC Business Coaching digelar sebagai langkah lanjutan dari soft launch KoKoLim April lalu.

"Semangat kita tetap sama untuk mendorong dan mengembangkan pemahaman yang tepat agar masyarakat bisa merasakan kemajuan ekonomi umat. Umat Islam tak hanya menjadi objek tapi menjadi subjek atau pelaku ekonomi digital dan kreatif yang berbasis teknologi atau internet," ucap dia.

Sementara itu, Ir. Wisnu Budi Prihatin selaku CEO KoKoLim mengatakan KoKolim merupakan gerakan komunitas pemberdayaan toko, supplier, serta pelanggan muslim yang bersama-sama memiliki semangat hijrah.

"Kita menerapkan kaidah-kaidah fiqah muamalah yang baik dan benar. Dan suatu upaya yang sulit dilakukan bilamana tidak dilakukan secara berjamaah," ucapnya.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved