Razia Minuman Keras, Satpol PP Kota Depok Sita Ratusan Botol di Sebuah Rumah Kontrakan dan 2 Mobil

Pantauan TribunJakarta.com, ratusan botol miras tersebut terdiri dari berbagai merek seperti anggur merah, intisari, dan juga yang lainnya.

Razia Minuman Keras, Satpol PP Kota Depok Sita Ratusan Botol di Sebuah Rumah Kontrakan dan 2 Mobil
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Petugas Satpol PP Kota Depok menunjukan botol miras hasil operasi di Jalan Sarikaya, Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok menggelar razia minuman keras di Jalan Sarikaya, Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok, hari Jumat (17/5/2019) malam.

Hasilnya, petugas mengamankan ratusan botol minuman keras dari sebuah rumah kontrakan dan dari dalam dua unit mobil yang terparkir di depan kontrakan tersebut.

Pantauan TribunJakarta.com, ratusan botol miras tersebut terdiri dari berbagai merek seperti anggur merah, intisari, dan juga yang lainnya.

"Jadi warga disini melapor soal peredaran minuman keras. Kami merespon dan langsung mendatangi lokasi," ujar Agus Kepala Pengendalian Operasional (Kadalops) Satpol PP Kota Depok di lokasi, Sabtu (18/5/2019).

Petugas Satpol PP Kota Depok menunjukan botol miras hasil operasi di Jalan Sarikaya, Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok.
Petugas Satpol PP Kota Depok menunjukan botol miras hasil operasi di Jalan Sarikaya, Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok. (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

Meski belum bisa menyebut secara pasti total botol miras yang diamankan, namun Agus menyebut kurang lebihnya ada 600 botol yang berhasil disita pihaknya.

"Kurang lebih 600 botol minuman keras siap edar berhasil diamankan. Ini agen, namun perijinan untuk menjualnya tidak ada (ilegal). Jumlah yang diamankan cukup banyak, ada yang didalam kontrakan dan didalam mobil," ujarnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny mengatakan kegiatan serupa akan terus dilakukan, lantaran melanggar Perda Kota Depok dan juga dampak negatifnya yang luar biasa karena dapat berpengaruh buruk terhadap perilaku seseorang.

"Kegiatan ini akan terus dilakukan, karena melanggar Perda Kota Depok dan juga dampaknya negatifnya sangat luar biasa terutama kepada generasi muda penerus bangsa," katanya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved