Tips Cegah Kebakaran Rumah yang Ditinggal Mudik

Gatot Sulaeman mengakui potensi si jago merah mengamuk di rumah yang ditinggal mudik termasuk tinggi.

Tayang:
Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Pemudik menunggu bus di Terminal Grogol, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Masyarakat yang hendak mudik dan menikmati libur panjangnya tak hanya dibuat cemas masalah keamanan kendaraan pribadinya, tapi juga musibah kebakaran yang menghantui.

Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur Gatot Sulaeman mengakui potensi si jago merah mengamuk di rumah yang ditinggal mudik termasuk tinggi.

"Kalau masalah potensi kebakaran sebenarnya tergantung dari perilaku yang punya rumah ya. Untuk masalah potensi kebakaran di semua lini pasti ada," kata Gatot di Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (30/5/2019).

Meski berpotensi terjadi kebakaran, Gatot menjelaskan ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan pemudik sebelum meninggalkan huniannya untuk waktu lama.

Yakni melepas seluruh perangkat elektronik dari stop kontak guna menghindari korsleting listrik dan melepas selang regulator tabung gas untuk mencegah kebocoran.

"Dilepaskan semua perangkat elektroniknya. Listrik juga dipadamkan, elektronik dicabut-cabutin. Kalau untuk tabung gas itu regulatornya dilepas saja, itu saja," ujarnya.

Perihal sikap sejumlah masyarakat yang ogah mematikan kulkasnya, Gatot mengaku tak bisa melarang warga melakukan hal itu karena sudah jadi kebiasaan.

Namun dia menyesalkan sikap masyarakat yang ogah mematikan kulkasnya karena alasan takut stok bahan makanan basi dan lemari es mereka rusak.

Menjelang Lebaran Terminal Pondok Cabe Masih Lengang Penumpang

"Kalau cuman dicabut satu barang saja yang rusak, kalau kebakaran satu rumah yang rusak. Pokoknya yang sifatnya elektronik maupun gas lebih dipadamkan, dimatikan, atau dilepas gasnya. Biar lebih aman," tuturnya.

Selain melakukan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat dalam berbagai kegiatan, Sudin PKP Jakarta Timur juga menempelkan stiker imbauan di tempat yang ramai didatangi warga.

Gatot menyebut upaya ini sudah dilakukan sejak pekan kedua bulan Ramadan, mengingat mudik merupakan budaya yang selalu menyertai hari raya Idul Fitri.

"Sudah kita tempel di pos ronda, pos kamling, pos RW, bahkan di SPBU pun yang ramai dilintasi orang kita tempel. Imbauan untuk masyarakat agar lebih waspada terhadap bahaya kebakaran jelang mudik," lanjut Gatot. 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved