Dana Kelurahan Tangerang Selatan Bisa Dicairkan: Rp 377 Juta per Tahun
Namun Pemkot Tangsel lebih dulu menggelar pelatihan administrasi terkait penggunaan dana kelurahan itu.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG UTARA - Dana Kelurahan untuk wilayah Tangerang Selatan (Tangsel), sudah bisa dicairkan para lurah untuk membantu pembangunan di wilayahnya masing-masing pascalebaran.
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan, sebenarnya dana kelurahan yang besarannya mencapai Rp 377 juta per setiap kelurahan per tahun itu sudah bisa diambil sejak April.
Namun Pemkot Tangsel lebih dulu menggelar pelatihan administrasi terkait penggunaan dana kelurahan itu.
"Sebenarnya triwulan ke dua sudah bisa, Juni sudah bisa, cuma kan kita dahulukan pelatihan administrasinya. Juni sudah bisa diajukan, Juli sudah bisa dipakai," ujar Benyamin Davnie di Serpong Utara, Tangsel, Senin (10/6/2019).
Benyamin Davnie menyebut dana kelurahan dari anggaran penerimaan belanja negara (APBN) sudah berpindah ke anggaran penerimaan belanja daerah (APBD).
"Sudah bisa dicairkan, sudah ada di APBD kita. Cuma nantilah ada proses, peruntukannya apa," ujarnya.
Orang nomor dua di Tangsel itu menjelaskan, proses pencairan dana dimulai daei Lurah yang mengajukan program ke Wali Kota, lalu setelah diterima dana akan bisa diambil lewat Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD).
"Lurah tetap mengajukannya ke Ibu Wali Kota, nanti proses berikutnya ke BPKAD untuk pencairan," ujarnya.
• KPK Umumkan Tersangka Korupsi yang Rugikan Negara Triliunan Rupiah, Kasus BLBI?
• Raffi Ahmad dan Keluarga Liburan ke Australia, Syahnaz Nangis Tidak Bisa Ikut
• Jalan-Jalan ke Pasar Baru Jakarta Pusat, Ini Tempat Makan yang Banyak Varian Lauk-Pauk
Ia menjelaskan, program lurah yang dibicarakan dalam pelatihan, lebih banyak terkait pelatihan sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan jalan kecil.
Pengelolaan uang itupun langsung dikelola kelurahan dengan pengawasan dari kecamatan.
"Artinya model pembangunan seperti ini akan menjadi model lembangunan di Tangerang Selatan, artinya lokusnya lebih kecil," ujarnya.