Ubah Citra Seram dan Banyak Preman, Terminal Pulo Gebang Disambangi Puluhan Murid TK dan SD
Citra terminal yang rawan berbagai tindak kriminal dan melekat di benak masyarakat tak mempengaruhi puluhan siswa TK berkunjung ke terminal bus
Penulis: Bima Putra | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Citra terminal yang rawan berbagai tindak kriminal dan melekat di benak masyarakat tak mempengaruhi puluhan siswa TK dan SD yang berkunjung ke Terminal Bus Terpadu Sentra Timur Pulo Gebang.
Puluhan siswa TK dan SD yang berkunjung ke terminal terbesar se-Asia Tenggara itu menikmati kunjungan yang bertujuan mengenalkan berbagai fasilitas dan mode transportasi bus.
"Selama ini kan terminal terkenalnya seram, banyak preman segala macam. Karena di tayangan TV atau film ditampilkan seperti itu, nah citra ini yang mau kita ubah," kata Kasatpel Terminal Pulo Gebang, Emiral di lokasi, Rabu (18/6/2019).
Emiral menuturkan kunjungan puluhan murid dari sekolah Kristen Kabar Baik itu merupakan permintaan pihak sekolah kepada Terminal Pulo Gebang.
Menurutnya pihak sekolah hendak mengenalkan wujud terminal secara langsung yang selama ini kerap disaksikan di tayangan TV atau film.
• Ini Dia Sederet Spot Foto di Taman Interaksi Cipinang Melayu
• Semarakkan HUT DKI ke-492, Berikut Kegiatan yang Diselenggarakan Disparbud DKI
• Tak Miliki RPTRA, Taman Interaksi Hadir di Cipinang Melayu
"Permintaan dari pihak sekolah langsung, karena kebanyakan anak kan belum pernah ke terminal. Mungkin belum tahu seperti apa rasanya naik bus," ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut puluhan murid itu diajak berkeliling di Terminal Pulo Gebang dan melihat berbagai fasilitas, termasuk pos pemadam kebakaran di terminal.
Tak sampai di situ, mereka juga diajak berkeliling Terminal Pulo Gebang menaiki bus tingkat yang dilengkapi fasilitas kelas satu.
"Kita ajak keliling naik bus, jadi mereka tahu seperti apa rasanya naik bus. Agar anak-anak tahu kalau berpergian naik bus juga nyaman, enggak kalah sama moda transportasi lain," tuturnya.