Penyandang Tunanetra Ini Mampu Berkarya Terbitkan Buku tentang Reproduksi Rahim Pengganti
Di tengah keterbatasan yang mendera Richard Kennedy, ia mampu menggoreskan sebuah karya untuk sesama
TRIBUNJAKARTA.COM, SEMARANG - Di tengah keterbatasan yang mendera Richard Kennedy, ia mampu menggoreskan sebuah karya untuk sesama.
Penyandang tunanetra tersebut mampu menerbitkan sebuah buku.
Tak tanggung-tanggung, buku itu berisi edukasi kesehatan reproduksi tentang cara memindahkan benih perempuan dan laki-laki ke rahim perempuan lain.
Ditemui di Kampus Unika Soegijapranata, Kamis (27/6/2019), Richard menuturkan buku itu berisi tentang kajian terkait proses reproduksi menggunakan rahim orang lain tersebut.
"Jadi bukunya tentang ibu pengganti. Lebih pada proses kehamilan, tapi menggunakan rahim perempuan lain," paparnya.
Proses itu menurutnya membutuhkan tiga orang. Dua orang merupakan pasangan suami istri, dengan sel sperma dan sel telurnya.
Sel sperma dan sel telur itu kemudian dititipkan kepada satu perempuan lain, hingga proses kehamilan terjadi.
Dalam buku tersebut, Richard menggunakan pendekatan dari segi otonomi perempuan atas hak tubuhnya.
"Kajian yang saya tuliskan adalah dari segi itu. Perempuan harus tahu bagian dari tubuhnya, dan hak atas tubuh tersebut," paparnya.
Menurut Richard hingga saat ini belum ada payung hukum yang tegas dan jelas terkait proses reproduksi menggunakan rahim orang lain. Padahal, hal tersebut di beberapa negara di dunia bukan lagi menjadi hal yang tabu.
Misalkan, ada seorang istri yang memiliki penyakit tertentu sehingga beresiko besar apabila mengandung.
Maka, sebagai salah satu solusinya, menitipkan sel sperma dan sel telur di tubuh orang lain dilakukan.
"Karena ini tak ada aturannya. Sifatnya tidak dilarang pun tidak, dilarang juga tidak."
"Ada di titik abu-abu dan kita inginnya segera ada kepastian," imbuhnya.
• Sepekan Terakhir, Tiga Bocah Tenggelam Saat Bermain di Bantaran Kali Ciliwung
• Pascatsunami Banten, 1.243 Kapal Nelayan Hanyut Warga Kabupaten Pandeglang Kehilangan Pekerjaan
• Ketua Umum Partai Demokrat dan Berkarya Tidak Tampak di Kediaman Prabowo Subianto
Richard yang lulus dari FH Unika Soegijapranata April 2019 kemarin pun menilai, perempuan memiliki hal untuk menerima ataupun menolak apabila ada pasangan yang ingin menitipkan sel sperma dan sel telurnya di rahim perempuan tersebut.