Sehari di Penampungan, Pengungsi dari Timur Tengah Keluhkan Makanan, Air Bersih dan Toilet
Sedangkan untuk makan siang, kata Zaki, para pengungsi harus mengantre panjang sebelum dibagikan makanan dalam bentuk nasi kotak.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES - Satu hari ditempatkan di penampungan di Kalideres, Jakarta Barat para pengungsi mengeluhkan berbagai hal.
Diantaranya, soal layanan makanan yang terlambat hingga ketiadaan air bersih serta toilet yang bersih bagi mereka.

"Lihat saja tidak ada air bersih dan toilet yang layak bagi kami, kalau seperti ini lebih baik di jalan karena saat di jalan kami bisa numpang ke toilet umum atau ke masjid, tapi di sini tidak ada air bersih," kata seorang pengungsi asal Afghanistan bernama Zaki, Jumat (12/7/2019).
Sedangkan untuk makan siang, kata Zaki, para pengungsi harus mengantre panjang sebelum dibagikan makanan dalam bentuk nasi kotak.
"Ini antrenya panjang, baru siang dapat makan, pagi tidak," kata Zaki dengan kemampuan bahasa Indonesia yang terbatas.
Masalah air bersih dan toilet memang yang paling dikeluhkan para pengungsi di tempat ini.
"Air bersih dari malam sampai pagi tadi tidak ada, tadi saja saya harus numpang ke masjid sekalian salat Jumat," kata pengungsi asal Somalia, Sadio.
Pantauan wartawan TribunJakarta.com kondisi air di toilet lantai 1 dan 2 gedung yang ditempati pengungsi memang tak menyala.
Selain itu, kondisinya bau pesing dan kotor bekas alas kaki.
• Grafiti di RPTRA Gondangdia Cocok untuk Kamu yang Instagramable
• Ditahan di Polres Metro Jakut, Kondisi Tersangka Penulis Status Tak Usah Pajang Foto Presiden Down
• Jelang Persib Bandung Vs Kalteng Putra: Menanti Bangkitnya Maung Bandung Hingga 2 Pilar Absen
Pemandangan itu jauh berbeda dengan kemarin sewaktu pengungsi belum tiba di tempat ini.
Beruntung beberapa saat lalu, beberapa truk pengangkut air milik PDAM memang telah tiba di pengungsian untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.
Para pengungsi pun mengantre untuk mendapatkan air bersih. Beberapa dari mereka menampungnya di ember atau pun botol air mineral untuk keperluan wudhu atau pun cuci tangan.
Sedangkan untuk toilet portabel milik Dinas Lingkungan Hidup disediakan di bagian belakang gedung.