Anggaran Ratusan Miliar, Dinas Bangunan Tidak Mampu Bikin Taman di Gedung DPRD Tangsel
Dari mulai manajemen konstruksi dan pembangunan yang sama-sama tiga tahap saja total harga perkiraan sendiri (HPS)nya mencapai Rp 177 miliar.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Gedung DPRD Tangerang Selatan (Tangsel) sedang menjadi sorotan lantaran ada lapangan bulu tangkis di tengah-tengahnya.
Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, gedung tersebut merupakan pemberian Bank Jawa Barat (BJB).
Pihak Sekretariat Dewan (Setwan) menyetujui pemberian itu meskipun statusnya belum jelas karena bukan sesuai peruntukannya.
Sebelumnya, lantai dasar berukuran sekira 16x3 meter itu seperti terbengkalai karena tidak dilapisi keramik.
Kepala Bidang Bangunan Perkantoran Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR) Tangerang Selatan (Tangsel), Hendri Sumawijaya, mengatakan, seharusnya lahan tersebut akan dijadikan taman.
Peruntukannya sudah tertera jelas pada detail engineering design (DED).
Namun anehnya, DED itu tidak dipatuhi dan Hendri, salah satu pejabat yang bertanggung jawab atas pembangunan gedung itu mengatakan, anggaran untuk taman digunakan untuk pembelian interior.
"Itu taman. Ya memang tamannya itu bukan enggak jadi Pak. Anggarannya itu untuk hanya interior, anggarannya untuk interior. Di DED ada, tapi anggaran itu untuk meng-cover interior," ujar Hendri di Serpong, Rabu (17/7/2019).
Hendri menyebut anggaran taman itu tidak berpindah melainkan peruntukannya berubah.
"Jadi untuk interior dulu. Bukan dipindah, tapi peruntukannya untuk interior dulu Anggaran senilai 14 miliar itu untuk interior.
• Walikota Tangerang Laporkan Kemenkumham ke Polisi, Mendagri Panggil Arief dan Gubernur Banten
• Persib Bandung Vs Kalteng Putra: Masih Ada Grogi dan Kunci Sukes Maung Bandung
• Febri Hariyadi Penyelamat Persib Kala Ezechiel Absen: Maung Bandung Sering Bikin Gol di Babak Kedua
Dari informasi yang dihimpun, gedung yang pembangunannya sudah berlangsung sejak 2015 itu menghabiskan dana ratusan miliar rupiah.
Dari mulai manajemen konstruksi dan pembangunan yang sama-sama tiga tahap saja total harga perkiraan sendiri (HPS)nya mencapai Rp 177 miliar.
Anggaran itu belum termasuk sarana prasarana sebesar Rp 1,3 miliar dan anggaran pembelian interior sendiri sebesar Rp 15 miliar.