Anies Sebut Kendaraan Berat yang Melintas di JORR Jadi Penyebab Buruknya Kualitas Udara Jakarta

Pagi tadi, Jakarta menduduki peringkat pertama kota dengan kualitas udara terburuk versi situs www.AirVisual.com.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Gubernur Anies Baswedan saat meresmikan GOR Rorotan, Cilincing, Jakarta Pusat, Senin (19/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Pagi tadi, Jakarta menduduki peringkat pertama kota dengan kualitas udara terburuk versi situs www.AirVisual.com.

AirVisual sendiri merupakan situs penyedia peta polusi udara harian kota-kota besar di dunia.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun angkat bicara. Ia menduga, kepadatan volume kendaraan berat yang melintas di Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) menjadi salah satu penyebab buruknya kualitas udara ibukota.

"Salah satu kecurigaan kami adalah di jalur-jalur JORR dan sekitarnya itu di malam hari ada kepadatan kendaraan berat yang volumenya cukup berat," ucapnya, Senin (29/7/2019).

Pasalnya, berdasarkan data kualitas udara yang dimiliki Penprov DKI Jakarta, pada pagi hari, wilayah di sekitar tol JORR, seperti Jagakarsa dan Pasar Rebo kualitas udaranya buruk.

"Alat ukur kami di daerah selatan di Jagakarsa dan di Jakarta Tinur yang dekat selatan (polusi udara) cukup tinggi. Padahal daerah selatan bukan daerah paling padat," kata Anies.

Untuk itu, Anies menyebut, Pemprov DKI Jakarta dalam waktu dekat ini akan berkoordinasi dengan pihak pengelola jalan tol untuk menanyakan soal volume kendaraan yang melintas pada malam hari.

"Kami mau lihat lebih jauh tentang volume kendaraan dan nanti akan kami pastikan kendaraan yang masuk wilayah JORR telah memenuhi standar emisi sehingga tidak menimbulkan masalah," ujarnya usai meresmikan GOR Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.

Progres Proyek PLTGU Muara Karang Mencapai 68,25 Persen: 4,59 Persen Lebih Cepat

Pria Ini Curi Ikan 78 Kg: Beraksi Dalam Keadaan Mabuk, Alasannya Untuk Bayar Utang

Cerita Untung dan Teti: Sepasang Suami Istri Mulung Sambil Ngamen Keliling Jalan

Anies mengatakan, hal ini dilakukan demi menekan sumber polusi udara, yaitu kendaraan bermotor.

Meski demikian, ia meminta masyarakat tetap waspada lantaran kondisi seperti ini diprediksi akan terus berlangsung beberapa waltu kedepan.

"Kita akan menghadapi situasi seperti ini di beberapa waktu kedepan dengan kemarau yang amat panjang seperti sekarang ini," kata Anies.

"Untuk itu, kami coba mendorong pengurangan di sumber-sumbernya," tambahnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved