Kanal

Tanggapi Kabar Romahurmuziy Kena OTT KPK, Sudjiwo Tedjo Singgung Reaksi 2 Kubu Berbeda: Mbosenin

M.Romahurmuziy - TRIBUNNEWS

TRIBUNJAKARTA.COM - Kabar ditangkapnya Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencuri perhatian publik.

Romahurmuziy dikabarkan terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kantor Wilayah Kementrian Agama, Jawa Timur.

Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan ditangkapnya Romahurmuziy.

Hanya saja, Agus Rahardjo belum menjelaskannya secara rinci.

Agus Rahardjo menjelaskan, KPK akan menentukan pihak yang diamankan dalam waktu 1 X 24 jam.

"Tunggu konferensi pers lanjutan di KPK nanti malam atau bersok pagi," ujarnya seperti dilansir dari Kompas.com.

VIDEO Meuthia Z Rizki Luncurkan Buku Berjudul Pikiran Adalah Kunci di Pondok Indah Mall

Sekilas Sosok M Romahurmuziy, Ketum PPP yang Ditangkap KPK di Jawa Timur

Daniel Mananta Sindir Luna Maya Tak Mau ke Masjid di Jepang, Penonton Langsung Bersorak & Tertawa

Sementara itu Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera juga membenarkan adanya OTT terhadap Romahurmuziy.

"Itu ranah KPK, coba tanya KPK," katanya.

Kabar itu pun lantas menuai banyak tanggapan dari sejumlah tokoh politik.

Budayawan Sudjiwo Tedjo bahkan ikut menanggapi adanya kabar tersebut.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy dijumpai awak media di depan Gedung KPU, Jumat (21/9/2018). (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

Sudjiwo Tedjo menyampaikan tanggapannya melalui akun Twitter pribadinya.

Dalam kicauanya, Sudjiwo Tedji menyinggung soal anggapan-anggapan yang bakal keluar dari para politisi.

Sudjiwo Tedjo meraba anggapan apa saja yang akan keluar dari kubu satu dengan kubu yang lain.

Kubu yang dimaksud Sudjiwo Tedjo tampak mengarah pada kontestasi Pilpres 2019.

Manajemen Persija Minta The Jakmania Kawal Proses Pembangunan Jakarta International Stadium

Raffi Ahmad dan Boy William Tawarkan Sebuah Pelukan, Luna Maya: Maaf Gak Suka Pacar dan Suami Orang

Raih Penghargaan IMA Awards 2019, Luna Maya Sampaikan Pesan Soal Bangkit dari Keterpurukan: Strong!

Menurutnya, satu kubu akan beranggapan bahwa KPK tidak tebang pilih dalam melaksanakan tugasnya.

Sedangkan kubu lainnya akan beranggapan bahwa kubu lawan tida bersih.

"Mudah ditebak, abis ini gorangnya adalah

Satu kub: Tuuu kan, siapa bilang KPK tebang pilih? Kami support KPK.

Kubu yang lain: Ternyata kalian tak besih dari korupsi.

Mbosenin," begitu tulis Sudjiwo Tedjo, Jumat (15/3/2019).

Kicauan Sudjiwo Tedjo, Jumat (15/3/2019). (Twitter Sudjiwo Tedjo)

Kantor Fraksi PPP di DPRI dikunci dan dijaga

Dikutip dari laman kompas.com dalam artikel:Romahurmuziy Ditangkap KPK, Kantornya di DPR Dikunci dan Dijaga, Kantor Fraksi Partai Persatuan Pembangunan di DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, sudah dijaga oleh pengamanan dalam, Jumat (15/3/2019).

Penjagaan dilakukan sejak kabar Ketua Umum PPP yang juga anggota DPR dari F-PPP Romahurmuziy terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pantauan Kompas.com, penjaga berdiri di depan pintu masuk ke ruang anggota fraksi PPP DPR RI.

Kantor Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dijaga setelah kabar penangkapan Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Jumat (15/3/2019). ((KOMPAS.com/JESSI CARINA ))

Penjaga tersebut mengatakan, tidak ada pimpinan yang berada di kantor saat ini.

"Arahan dari atas berjaga-jaga kalau ada penyidik, jadi tidak boleh dimasuki dulu," kata dia. Namun, penjaga tersebut mengatakan, pintu ruangan Rommy sudah terkunci.

Hamami Bisa Beli Motor Sejak Gratiskan Bubur Ayam dengan Hapalan Surah Tiap Jumat

Artis Dangdut Hingga Tribute to Chrisye Bakal Hibur Akhir Pekan Ancol Hingga Akhir Maret

Wijaya Saputra Diisukan Numpang Hidup dengan Agnez Mo, Gisella Anastasia: Dia Jauh dari Omongan Itu

Tanggapan Erick Thohir

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir meminta semua pihak untuk tidak mengaitkan penangkapan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahumuziy dengan Pemilihan Presiden 2019.

Meskipun, Romy, sapaan Romahurmuziy, merupakan wakil ketua TKN dan ketum partai pengusung Jokowi-Ma'ruf.

"Kan enggak ada hubungannya dengan Pilpres. Kecuali, mohon maaf, misalnya ada hubungan dengan pilpres, ya bisa. Tapi kalau urusan pribadi ya sulit," ujar Erick di Jalan Situbondo, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Erick Thohir (Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com)

Erick mengatakan, harus dipisahkan antara kasus pribadi dengan kasus yang berkaitan dengan Pilpres.

Kasus hukum yang melibatkan Romy menjadi salah satu yang tidak bisa dikaitkan dengan Pilpres.

"Kan enggak bisa semuanya itu gara-gara pilpres, semua bicara pilpres. Ekonomi harus tetep berjalan, kehidupan masyarakat harus tetap berjalan, penegakan hukum harus tetap berjalan. Pemilu tuh lima tahun sekali, Indonesia ya musti jalan terus," kata Erick. (TribunJakarta/Kompas.com)

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta

Berita Populer