Untungkan Pedagang Tanah Abang, Gubernur Anies Didesak Evaluasi Kebijakan Penataan Tanah Abang

Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI, Elizabeth Mailoa mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengevaluasi kebijakan penataan Tanah Abang, Jakarta.

Untungkan Pedagang Tanah Abang, Gubernur Anies Didesak Evaluasi Kebijakan Penataan Tanah Abang
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI, Elizabeth Mailoa 

TRIBUN JAKARTA, KEBONSIRIH - Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI, Elizabeth Mailoa mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengevaluasi kebijakan penataan Tanah Abang, Jakarta.

Sebab, kebijakan Anies dalam menata Tanah Abang dinilai merugikan sopir angkutan umum.

"Itu ada Angkot yang sekarang jadi sering kena tilang karena dianggap petugas beroperasi di luar trayeknya," ujar Elizabeth, Senin (22/1/2018).

Menurutnya, kebijakan penataan Tanah Abang yang mengakomodasi pedagang kaki lima merupakan tindakan percuma.

"Itu mereka yang taruh lapak di Jalan Jatibaru raya itu kebanyakan sudah punya toko di Pasar tanahabang Blok A atau B," kata Elizabeth.

"Jadi Anies-Sandi saya sarankan tak perlu malu mengubah kebijakan penataan Tanahabang. Sudah jelas kok ada rakyat yang dirugikan," tambah dia.

Sepanjang hari ini aksi demo sopir Angkot membuat kacau arus lalu lintas di seputar Balaikota dan Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (22/1/2018).

Demo berlangsung sejak pukul 11.00 sampai 16.30.

Massa sempat membuat kacau arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Selatan dan Jalan Kebonsirih.
Bahkan di Jalan Kebonsirih, sopir Angkot berkali-kali menutup jalan sampai kemacetan mengular ke Jalan Sabang.

Sopir Angkot menuntu agar Anies-Sandi mengubah kebijakan penataan Tanahabang seperti sekarang.

Sopit Angkot amat dirugikan dengan penutupan separuh jalan Jatibaruraya.

Bahkan massa aksi berjanji akan membuat aksi lebih besar apabila demonstrasi tak ditindaklanjuti Anies-Sandi.

Editor: ade mayasanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved