Curhat Sopir Angkot Pendapatan Menurun 50 Persen Kalah Saing dengan Online

Keluhan tersebut disampaikan oleh seorang sopir Angkot M11 jurusan Tanah Abang-Kebon Jeruk, kepada wartawan TribunJakarta.com.

Penulis: Ikhsan abrianto | Editor: Wahyu Aji
Tribun Jakarta/Ikhsan Abrianto
Angkutan Umum M11 jurusan Tanah Abang-Kebon Jeruk, Sabtu (27/1/2018) (Tribun Jakarta/Ikhsan Abrianto). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Ikhsan Abrianto

TRIBUNJAKARTA.COM, Palmerah, Jakarta Barat - Pendapatan sopir angkot di kawasan Palmerah menurun karena beroperasinya angkutan umum berbasis online, Sabtu (27/1/2018).

Keluhan tersebut disampaikan oleh seorang sopir Angkot M11 jurusan Tanah Abang-Kebon Jeruk, kepada wartawan TribunJakarta.com.

"Sekarang udah banyak ojek online, semuanya pakai itu praktis soalnya. Kalau ojek online di jemput, kalau angkot kan enggak. Jadi kita kalah saingnya di situ". Ujar sopir angkot.

Hal ini membuat jumlah penumpang yang naik angkot semakin tidak menentu.

"Sekarang udah nggak menentu lagi kapan penumpang ramai, dulu setiap pagi
Sama malem pasti banyak. Sekarang nggak pasti , hari libur gini dulu banyak (penumpang), sekarang sepi," ujarnya pasrah

Hal tersebut membuat penghasilan sehari-hari sopir angkot menjadi turun.

"Iya turun sehari biasa dapet dua ratus lima puluh ribu Rupiah sekarang, untuk bayar sewa mobil seratus lima puluh ribu Rupiah, jadi pulang bawa seratus ribu paling banyak sehari, sebelum ada ojek online bisa bawa pulang paling banyak sekitar dua ratus ribuan Rupiah," katanya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved