Jalan Setapak di TPU Karet Bivak Dijadikan 'Jalan Tikus' Pemotor
"Ini dijadikan jalan tikus, motor-motor lewat sini kalau jam pulang kerja, biasanya menghindari macet di Penjernihan," ujar Agus
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Imanuel Nicolas Timothy
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, KARET - Pengendara motor dari arah Manggarai ke Jalan Raya Penjernihan, Karet, Jakarta Pusat, setiap hari melewati TPU Karet Bivak sebagai jalan alternatif untuk menghindari kemacetan.
Agus Mulya, seorang petugas harian lepas (PHL) TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat mengungkapkan, keramaian pengendara motor yang melewati jalan tersebut biasanya terlihat sekitar pukul 17.00 WIB setiap Senin sampai Jumat.
"Ini dijadikan jalan tikus, motor-motor lewat sini kalau jam pulang kerja, biasanya menghindari macet di Penjernihan," ujar Agus kepada TribunJakarta.com, Sabtu (27/1/2018).
Baca: Megawati Rutin Ziarah ke Makam Fatmawati
Banyak pengendara yang kerap melewati jalan tersebut untuk masuk ke Gang Buaya 1, Karet Tengsin, Jakarta Pusat, kemudian keluar di Jalan Raya Bendungan Hilir.
Pantauan di lokasi, terdapat satu jalan setapak di tengah TPU yang dijadikan jalan alternatif tersebut.
Jika diamati, jalan tersebut hanya muat untuk dua motor.
Jalan setapak itu berada di antara blok makam satu dengan lainnya yang berjarak sekira 500 meter dengan lebar sekira 1,5 meter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/petugas-pemakaman-dan-pertamanan-dki-jakarta-di-tpu-karet-bivak_20180127_162447.jpg)