Breaking News:

Lelah Keliling Kota Tua, Ayo Beristirahat Sambil Minum Es Selendang Mayang

Teksturnya yang lembut ditambah santan dan gula yang diberi es segar, seketika menghilangkan dahaga di tenggorokan

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Imanuel Nicolas Timothy
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Seorang pedagang Es Selendang Mayang bernama Jaim yang sering berjualan di Wisata Kota Tua, Jakarta Barat. TRIBUNJAKARTA/JAISY RAHMAN TOHIR 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI - Kota Tua adalah salah satu lokasi wisata sejarah yang ada di Ibu Kota Jakarta.

Bangunan yang kental dengan sejarah pendudukan Kolonial Belanda di Indonesia itu menjadi pilihan warga Jakarta untuk wisata.

Kompleks Wisata Kota Tua memiliki beberapa bangunan bersejarah, di antaranya Museum dan Taman Fatahillah, Cafe Batavia dan Museum Wayang.

Setelah berkeliling kawasan Kota Tua dan mengunjungi berbagai museum yang ada, paling enak menikmati Es Selendang Mayang yang Manis.

Baca: Laris Manis, Cari Pelanggan Dedi Dorong Gerobak Es Potong dari Kemayoran ke Jalan Jaksa

Es Selendang Mayang dapat ditemui di tepi jalalan sebelah timur Museum Fatahilah.

TribunJakarta.com yang berada di lokasi, Senin (29/1/2018), menyempatkan diri untuk mencoba minuman khas Jakarta itu.

Teksturnya yang lembut ditambah santan dan gula yang diberi es segar, seketika menghilangkan dahaga di tenggorokan.

Es Selendang Mayang berisi potongan kue lapis yang terbuat dari sagu dan tepung kue, ditambah potongan kecil es, santan dan gula.

Baca: Simak Nih, BMKG Prediksi Gerhana Bulan Supermoon 31 Januari Picu Air Pasang

Lutfi (24), satu di antara pengunjung kawasan Kota Tua yang membeli Es Selendang Mayang Bang Jaim mengaku menikmati rasa es tersebut

"Enak, Mas, saya baru pertama kali nyobain," ungkap pria asal Palembang tersebut.

Sementara Bang Jaim, begitu ia biasa disapa, adalah salah satu pedagangnya.

Pria beristri dan memiliki anak satu itu menjajakan Es Selendang Mayang setiap hari mulai pukul 10.00 WIB sampai dagangannya habis.

"Ya sampai habis (dagangannya), terkadang sampai sore, sering juga sampai malem," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved