Intip, Ini 5 Fakta Terbaru Soal Bule yang Singgah di Jalan Jaksa

Muhtar (40), salah seorang pedagang asongan di kawasan tersebut mengatakan, beberapa bulan ini kunjungan turis di Jalan Jaksa semakin jarang.

Penulis: Wahyu Aji | Editor: Wahyu Aji
Tribun Jakarta/Elga Hikari Putra
Suasana Jalan Jaksa, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2018) (Tribun Jakarta/Elga Hikari Putra) 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra, Kurniawati Hasjanah dan Ilusi Insiroh

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG -- Banyak cerita menarik yang dilakukan turis asing saat singgah di Jalan Jaksa, Menteng, Jakarta Pusat.

Selain terkenal di kalangan turis asing, jalan sepanjang sekitar 400 meter yang terletak di Kelurahan Kebon Sirih, ini menyimpan sejumlah fakta menarik.

1. Penginapan murah meriah

Banyak pilihan akomodasi di Jalan Jaksa yang tertelak di Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, ‎Jakarta Pusat.

Salah satunya ‎Nicks Hostel yang berada di Jalan Jaksa Nomor 16.

Bangunan dua lantai ini menyediakan 10 kamar untuk disewakan.

Tarifnya murah meriah sebagai salah satu referensi tempat menginap di Ibu Kota.

Mulai dari Rp 55 ribu hingga Rp 180 ribu per malamnya.

Kondisi kamarnya pun cukup nyaman meskipun hotel ini tergolong bangunan lama.‎ Terlihat ada kasur busa di setiap kamarnya.

Meski terbilang murah, namun wisatawan yang menginap di hotel itu sepi. Hanya dua kamar yang saat ini diisi wisatawan.

"Sekarang sepi yang menginap. Tidak seperti beberapa tahun lalu," kata seorang petugas Nicks Hostel, Taufik, Senin (29/1/2018).

Sementara itu, harga di Tator Hotel yang masih berada di Jalan Jaksa juga relatif terjangkau.

Di Hotel dengan bangunan minimalis itu, wisatawan bisa bermalam dari mulai Rp 75 ribu. Sedangkan untuk kamar eksklusif wisatawan hanya perlu merogoh kocek Rp 350.000‎.

"Kita disini menawarkan harga murah karena target kita adalah para backpacker," kata Manajer Tator Hotel, Sahrul.

Kamar hostel di Jalan Jaksa, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2018) (Tribun Jakarta/Elga Hikari Putra).
Kamar hostel di Jalan Jaksa, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2018) (Tribun Jakarta/Elga Hikari Putra). (Tribun Jakarta/Elga Hikari Putra)

2. Hotel dan kafe gulung tikar

Puluhan warung makan, kafe, sampai bar yang mudah di temui pada kiri dan kanan sepanjang Jalan Jaksa.

Namun sekarang tidak lagi, puluhan warung makan, kafe, dan bar itu pun mulai menjual lahan mereka satu persatu.

Mereka menutup dan menjual lahannya dikarenakan menurunya turis yang datang dijalan ini.

Seperti Jayus pedagang warung rokok yang bertahan berjualan untuk mendapatkan modal agar dirinya bisa membuat usaha lain.

"kalau kafe ini sudah terjual ya saya tutup warung saya ini (warung rokok), soalnya yang belanja ya orang dari warung" ucapnya senin (29/1/2018).

Sedangkan Warung makan yang bertahan mendapat penghasilan dari pekerja sekitar Jalan Jaksa.

Menurunnya turis yang berdatangan membuat sejumlah kafe, warung makan, dan bar tutup.

Hanya sisa dua kafe, dan 10 warung makan yang terlihat di Jalan Jaksa, Menteng, Jakarta Pusat.

3. Sepi turis bule

Muhtar (40), salah seorang pedagang asongan di kawasan tersebut mengatakan, beberapa bulan ini kunjungan turis semakin jarang.

"Dulu sih banyak, tapi sudah beberapa bulan ini jarang, tidak banyak seperti dulu," kata Muhtar.

Pantauan TribunJakarta.com, tidak terlihat satupun 'bule' yang beraktivitas dijalan ini, senin (29/1/2018) pukul 13.20 WIB.

Muhtar mengatakian, biasanya Jalan Jaksa menjadi pilihan akomodasi turis asal India, Jepang.

Mereka rata-rata berbadan tinggi dan berkulit putih.

Namun sekarang ini Jalan Jaksa hanya dipenuhi warga jakarta yang sedang mencari makan siang.

4. Berharap perhatian Pemprov DKI

Pedagang berharap para PKL diperbolehkan kembali berdagang di sepanjang Jalan Jaksa.

Hal itu untuk meramaikan kembali Jalan Jaksa yang terkenal dengan para backpacker asing.

‎"‎Harapannya Pemprov mau membina para PKL agar diperbolehkan dagang di sepanjang jalan ini," katanya.

Terkait minimnya lahar parkir, Sahrul mengakui hal itu juga menjadi faktor menurunnya para turis menginap di Jalan Jaksa.

Beberapa kendaraan memang terlihat parkir di trotoar karena minimnya lahan parkir.

‎"Mungkin customer takut kendaraannya diderek karena parkir di jalan akhirnya banyak yang membatalkan nginap di sini," ‎tuturnya.

Untuk itu, Sahrul berharap adanya tempat yang diberikan oleh pemerintah untuk dijadikan lahan parkir di kawasan ini.

"‎Karena terus terang kita yang ada disni pengusaha kecil," tuturnya.

Sejumlah kafe di Jalan Jaksa Menteng tutup, Senin (29/1/2018) (Tribun Jakarta/Kurniawati Hasjanah).
Sejumlah kafe di Jalan Jaksa Menteng tutup, Senin (29/1/2018) (Tribun Jakarta/Kurniawati Hasjanah). (Tribun Jakarta/Kurniawati Hasjanah)

5. ‎Festival Jalan Jaksa

Salah satu yang terkenal dari jalan ini ialah adanya Festival Jalan Jaksa yang rutin digelar tiap tahun. Festival ini menampilkan berbagai kesenian tradisional Betawi.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved