Anies Hentikan Usulan Jalan Mampang Diganti dengan Nama AH Nasution

Anies menegaskan bahwa proses perubahan nama jalan tidaklah sederhana, begitu saja mengubah nama jalan

Anies Hentikan Usulan Jalan Mampang Diganti dengan Nama AH Nasution
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Dokumentasi - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut Tiga Anies Baswedan (kanan) dan Sandiaga Uno (kiri) saat bersalaman usai memberikan keterangan kepada wartawan mengenai hasil hitung cepat (quick count) di Kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta, Rabu (19/4/2017). 

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa usulan pergantian nama jalan Mampang, Buncit dan sekitarnya menjadi Jalan DR AH Nasution dihentikan.

Dirinya menegaskan bahwa proses perubahan nama jalan tidaklah sederhana, begitu saja mengubah nama jalan.

"Bahwa yg namanya pergantian nama itu ada Keputusan Gubernurnya. Jadi, ikuti proses itu. Dan tidak bisa sekonyong-konyong, tidak bisa. Nah, proses yang sekarang ada (perubahan nama), saya akan hentikan," ucap Anies Baswedan saat ditemui di Gedung Teknik, Jakarta Pusat, Kamis (1/2/2018).

Saat ini dirinya tengah berecana untuk mengubah Keputusan Gubernur (Kepgub) yang mengatur mengenai perubahan nama jalan, karna dianggap hanya melibatkan internal provinsi.

"Saya ingin mengubah Kepgubnya. Kalau yang dulu, keputusan itu dikerjakan oleh internal pemerintah provinsi," katanya.

Baru-baru ini Anies Baswedan merespon terkait kabar perubahan nama Jalan di Mampang, Buncit, dan sekitarnya menjadi Jl DR A.H. Nasution.

Anies Baswedan mengaku setuju untuk mengabadikan nama pahlawan A.H Nasutiom sebagai nama jalan. Akan tetapi dirinya menegaskan ada proses yang panjang dalam pegantian nama tersebut.

Dirinya menjelaskan bahwa perubahan nama nalan tidak dapat dilakukan begitu saja, karna ada aturan yang mengatur hal tersebut.

Gubernur DKI Jakarta juga menjelaskan dirinya akan melakukan revisi dan akan melibatkan unsur masyarakat.

"Saya ingin mengubah, agar proses penentuan nama melibatkan masyarakat. Komponennya ada sejarawan, ada budayawan, ada ahli tata kotakota," kata Anies Baswedan. (Tribunnews.com/Bayu Inra Permana)

Editor: Imanuel Nicolas Timothy
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved