Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Lebih Banyak dari Warga Australia

Hingga akhir tahun 2017 jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 26 juta jiwa atau 10,12 persen dari penduduk nasional

Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Lebih Banyak dari Warga Australia
Tribun Jabar / Gani Kurniawan
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro menyampaikan pemarapannya saat memberikan Kuliah Umum bertajuk Memacu Pembangunan Infrastruktur dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional di kampus ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Jumat (25/8/2017). Dalam kuliah umumnya, Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur di Tanah Air untuk memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi nasional sehingga mampu bersaing dengan negara lain. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNJAKARTA, GAMBIR  --- Hingga akhir tahun 2017 jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 26 juta jiwa atau 10,12 persen dari penduduk nasional.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan capaian tersebut merupakan angka terendah yang pernah diraih Indonesia.

"Akhir dua ribu tujuh belas, angka kemiskinan terendah sepanjang masa," ucap Bambang di Kementerian Perhubungan, Kamis (1/2/2018).

Capaian tersebut adalah sebesar 10,12 persen, atau sebanyak 26 juta jiwa. Walaupun penurunan tersebut drastis, namun jumlah 26 juta tetap merupakan angka yangbesar.

Jumlah penduduk miskin Indonesia disebutkan Menteri PPN masih lebih banyak dibandingkan penduduk negara Australia yang hingga akhir 2017 tercatat sebanyak 22 juta jiwa.

"Itu tentu bukan jumlah yang sedikit. Lebih besar dari penduduk Australia," tutur Bambang.

Baca: Sejarah Becak di Jakarta, dari Tahun 1936 Sampai Zaman Anies

Maka untuk menurunkan angka kemiskinan, menurutnya pemerintah akan fokus untuk mengurangi kesenjangan sosial, seperti pemerataan pembangunan serta konektivitas di wilayah yang belum berkembang.

"Jadi kita tetap dorong pemerataan, tapi tidak melupakan pertumbuhan berkualitas," pungkas Bambang Brodjonegoro.

Editor: Nurmulia Rekso Purnomo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved