Ojek Daring Saingan Utama Tukang Becak

Penarik becak di Pasar Angke, Jakarta Barat, mengeluhkan ojek daring, yang berhasil menarik penumpang mereka

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Nurmulia Rekso Purnomo
Tribun Jogja/ Azka Ramadhan
Eksistensi moda transportasi becak di Kota Magelang kini semakin terkikis. Dari 1000 unit yang terdaftar, hanya tersisa 350 saja yang masih beroperasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBORA - -- Penghasilan tukang becak di Pasar Angke merosot tajam sejak ojeg daring bermunculan.

Herman (60), satu di antara sejumlah penarik becak yang mangkal di Pasar Angke, mengatakan kejadian tersebut sudah terjadi sejak tahun 2016 lalu, saat ojek daring menjamur.

"Sekarang dapat lima puluh ribu (rupiah) saja sudah bersyukur," ujar Herman saat ditemui di Pasar Angke, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (1/2/2018).

Menurut pengakuan beberapa tukang becak, dahulu mereka dalam sehari dapat menghasilkan uang sampai Rp 100 ribu. Saat ini penghasilaan mereka merosot tajam.

Herman yang sudah puluhan tahun menekuni profesi sebagai penarik becak, mengakui saat ini warga lebih memilih ojek daring ketimbang becak. Hal itu antara lain dikarenakan dengan sepedamotor, penumpang bisa tiba lebih cepat di tujuan.

Hal seruap juga diakui Anwar (65), yang juga merupakan penarik becak di Pasar Angke. Sebelum ojeg daring menjamur di wilayah tersebut pada 2016 lalu, ia memiliki delapan orang pelanggan tetap.

"Dulu saya punya pelanggan delapan orang di Stasiun Angke, tapi sekarang sudah naik ojeg daring semua," ujar

Ia mengakui, ojek daring bisa menawarkan transportasi dengan ongkos yang lebih murah dibandingkan becak.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved