Polda Metro gagalkan Penyebaran Dolar Palsu: 100 Dolar Dijual Rp 4.000
Dari pengakuan tersangka, mereka membeli uang 3.000 lembar tersebut dari tersangka IS seharga Rp 16 juta
TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengungkapkan Subdit 6 Ranmor Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggagalkan upaya pengedaran uang dolar palsu pecahan 100 dolar Amerika Serikat sebanyak 3.000 lembar.
Argo menjelaskan sebanyak lima pelaku yakni AS (60) penjual, Yadi alias YM (59) pemilik, DP (33) penjual, Ida alias IS (56) pemilik, dan R (50) pemilik, ditangkap di tempat berbeda.
Argo menerangkan, para pelaku menjual pecahan 100 dolar Amerika Serikat dengan harga Rp 4 ribu.
“Setiap uang dolar palsu pecahan 100 dolar AS tersebut dijual seharga Rp 4 ribu,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (1/2/2018).
Baca: Bikin Geleng Kepala, Kelakuan Pengendara Motor Terobos dan Lawan Arah di JLNT Casablanca
Penangkapan bermula atas informasi adanya transaksi dolar palsu. Informasi diperoleh anggota Subdit 6 Ranmor dibawah pimpinan Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus.
Kamis (18/1/2018) anggota unit III melakukan penelusuran dan berhasil mengamankan seorang pelaku di depan sekolah menengah pertama (SMP) dikawasan Serpong Raya, Tangerang Selatan.
Argo mengatakan, polisi menangkap tersangka AS dan DP serta mengamankan barang bukti 3.000 lembar uang kertas dolar palsu pecahan USD 100.
"Berdasarkan keterangan dua pelaku, uang dibeli dari tersangka YM yang mengontrak di sebuah perumahan di kawasan Cibodas Sari, Cibodas, Tangerang," ujar Argo.
Baca: Terpecahkan, Berikut Kode-kode Pelaku Prostitusi di Media Sosial
Polisi langsung menuju lokasi dan berhasil menangkap YM pada Kamis (18/1/2018) malam. Dari pengakuan tersangka, mereka membeli uang 3.000 lembar tersebut dari tersangka IS seharga Rp 16 juta.
Seorang tersangka, Ida alias IS (56), mengaku bekerja sebagai petugas keamanan. Ia merasa, upah yang didapat tak bisa memenuhi biaya hidupnya.
“Jadi security gajinya cuma Rp 2,5 juta. Saya kenal sama Yadi dari acara pengajian setiap Jumat disekitar rumah,” ujar Ida.
Ida menyesali perbuatannya. Dalam berbisnis dolar palsu ini, menurutnya, tak ada upah pasti yang didapat.
“Tidak dijanjikan cuma kalau ada lebihnya dikasih gitu aja,” ujarnya. (Tribunnews.com/Dennis Destryawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/pengungkapan-jual-dolar-palsu_20180201_144222.jpg)