35 Tahun Jadi Tukang Becak, Hasyim Terjaring Operasi Dua Kali

"Jaman Ali Sadikin, digaruk semua tuh. Saya beli lagi, digaruk lagi dan beli lagi tapi digaruk lagi," kata Hasyim.

35 Tahun Jadi Tukang Becak, Hasyim Terjaring Operasi Dua Kali
Tribun Jakarta.com/Hamdi Putra
Hasyim Ngadiman (68), telah menjadi pengayuh becak sejak tahun 1970 di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (2/2/2018) Tribun Jakarta.com/Hamdi Putra 

Laporan Wartawan TribunJakarta, Hamdi Putra.

TRIBUNJAKARTA, TAMBORA - Hasyim Ngadiman (68), telah menjadi pengayuh becak sejak tahun 1970 di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat.

Sebelum menjadi pengayuh becak, bapak enam anak itu pernah bekerja sebagai buruh pabrik ban di Bandengan, Tambora, Jakarta Barat.

"Setahun doang, dari 1969 sampai 1970," kata Hasyim kepada Warta Kota, Kamis (1/2/2018).

Dari hasil kerja kerasnya menjadi buruh pabrik ban, ia membeli sebuah becak.

"Waktu itu saya lupa harganya berapa," tutur Hasyim.

Ketika menjadi tukang becak dari tahun 1970 sampai 1990, Hasyim mengaku sering terjaring razia.

"Jaman Ali Sadikin, digaruk semua tuh. Saya beli lagi, digaruk lagi dan beli lagi tapi digaruk lagi," kenang Hasyim sembari tertawa.

Lalu, tahun 1990, Hasyim memilih pulang ke kampung halamannya di Karawang, Jawa Barat.

"Di kampung, saya jadi petani selama 12 tahun," ujar Hasyim.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved