4 Fakta yang Memperlihatkan Masih Semrawutnya Ibu Kota Jakarta
Di antara pengabaian fasilitas umum tersebut, terlihat juga kurangnya perawatan terhadap fasilitas umum di beberapa jalan di Jakarta
Penulis: Khairunnisa | Editor: Imanuel Nicolas Timothy
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Khairunnisa
TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - DKI Jakarta sebagai pusat ibukota mempunyai lebih dari 10 juta penduduk.
Sejumlah fasilitas umum telah dibangun guna menjaga ketertiban warga Jakarta yang padat dengan aktivitas mereka
Meski demikian, warga Jakarta rupanya masih banyak yang tidak memanfaatkan fasilitas umum tersebut.
Di antara pengabaian fasilitas umum tersebut, terlihat juga kurangnya perawatan terhadap fasilitas umum di beberapa jalan di Jakarta.
Berikut empat fakta yang menunjukkan kesemrawutan Jakarta:
Kabel Listrik Semrawut
Berdasarkan pantauan TribunJakarta.com, nampak beberapa kabel listrik semrawut terlihat di pinggir jalan K.S Tubun, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat.
Kabel tersebut juga menjuntai ke bawah dan mengarah ke jalan.
Pedagang Kaki Lima di Trotoar
Berdasarkan Perda Nomor 8 Tahun 2007 menginstruksikan kepada pedagang untuk dilarang berjualan di ruang publik, salah satunya trotoar.
Namun beberapa pedagang masih terlihat berjualan di sana, misalnya di trotoar yang terlihat di sekitar kawasan Bendungan Hilir.
Pedagang Kaki Lima di Halte Jembatan Transjakarta
Selain trotoar, ruang publik lainnya sebenarnya dilarang untuk berdagang adalah halte jembatan Transjakarta, seperti di Halte TransJakarta di kawasan Slipi, Jakarta Barat.
Namun masih terlihat beberapa pedagang yang berjualan di halte tersebut.
Pejalan Kaki Menyeberang Sembarangan
Jembatan penyeberangan telah banyak dibangun di beberapa jalan di Jakarta, namun masih saja terlihat pejalan kaki yang menyeberang tidak pada tempatnya, seperti yang terlihat di simpangan Slipi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/gedung-tinggi-jakarta_20180201_151707.jpg)