Ansitipasi Banjir, Anies Baswedan Sebut Pluit dan Ancol Perlu Mendapat Perhatian Ekstra
"Utamanya Ciliwung dan ke ujungnya nanti di wilayah Pluit kemudian di wilayah Ancol. Itu tempat yang perlu antisipasi ekstra," kata Anies
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR- Pluit dan Ancol menjadi dua daerah yang mendapat perhatian ekstra dari Pemerintah DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan dua daerah itu mendapat perhatian lebih untuk ansitipasi banjir yang diprediksi akan terjadi sembilan jam ke depan.
Baca: Penumpang Kesal Karena Transjakarta Lama Akibat Kemacetan Lalu Lintas
"Jadi ini kesiagaan ada di daerah-daerah aliran sungai. Utamanya Ciliwung dan ke ujungnya nanti di wilayah Pluit kemudian di wilayah Ancol. Itu tempat yang perlu antisipasi ekstra," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Selatan, Senin (5/2/2018).
Menurut Anies, secara umum banjir disebabkan tiga hal yakni dari hilir, hujan kota dan air laut yang meningkat. Nah, kali ini, kata Anies, Pemprov DKI menghadapi tantangan banjir dari hilir atau dari Bogor.
Untuk mengantisipasi banjir, Pemerintah DKI Jakarta telah menyiapkan 450 pompa. 30 pompa diantaranya mobile yang berada di Cililitan, Balai Kambang, Bukit Duri, Cawang, Bidara Cina, Kampung Melayu.
Baca: Ditantang Jokowi, BEM UI Langsung Galang Donasi untuk Asmat
Sekadar informasi, ketinggian muka air (TMA) Bendung Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, mengalami peningkatan.
Ketinggian air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa saat ini mencapai 240 senti meter dengan status siaga satu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/anies-baswedan_20180205_141722.jpg)