Seram! Kisah Pengendara Ojek Daring saat Cari Penumpang Tengah Malam
Ramdani, pengemudi ojek daring menceritakan teman-temannya menjadi korban kawanan begal saat mengantar penumpang tengah malam.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Rr Dewi Kartika H
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Setiap pekerjaan memiliki risiko, termasuk pengendara ojek daring yang berpotensi menjadi korban tindak kriminalitas saat mengantar penumpang tengah malam.
Ramdani, pengemudi ojek daring (dalam jaringan) yang ditemui di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Senin (5/2/2018) menceritakan temannya yang menjadi korban kawanan begal saat mengantar penumpang tengah malam.
"Rekan saya satu komunitas ojek daring kena bacok pas lagi nurunin penumpang,"ujar Ramdani kepada TribunJakarta.com.
Ia menambahkan sulit untuk mengetahui penumpang itu penjahat atau bukan.
Modus kawananan begal lainnya, kata Ramdanani, mereka mengumpan wanita sebagai penumpang.
Ketika di tengah perjalanan, segerombolan orang yang diduga rekan wanita tersebut datang merampas motor sang pengemudi ojek daring.
"Kan susah gimana bisa tau dia siapa. Kita kan cuma nganter aja," ungkapnya.
Lain lagi kisah Muhammad Rahel.
Temannya sesama pengemudi ojek daring, pernah bercerita kisah seram saat membawa penumpang di bilangan UI dan Margonda.
"Temen saya pernah diambil handphone sama motornya sama penumpang di kawasan UI. Jadi tuh, dia order tapi pas drivernya sampai langsung disikat. Kan kasian, "ujar Rahel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/pengemudi-ojek-daring_20180205_142054.jpg)