Terowongan Perimeter Selatan Ambruk
Ini Curhatan Orang Tua Mukhmainna Saat Melihat Kondisi Anaknya di HCU Rumah Sakit Siloam
Mukhmainna dan Dianti Diah Ayu Cahyani atau Putri sedang dalam keadaan berpuasa.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Widie Henaldi
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, KARAWACI - Ruang High Care Unit (HCU) tempat Mukhmainna, korban longsor di terowongan arah Bandara Soekarno-Hatta, mendapat penjagaan ketat dari petugas Rumah Sakit Siloam, Tangerang, Banten.
Tak sembarang orang boleh memasuki ruangan HCU tersebut.
Keluarga korban pun dibatasi jam besuknya.
"Jam besuk ruangan HCU cuma dari pukul 17.00 WIB sampai 19.00 WIB," ujar Syamsudin ayah Mukhmainna, Selasa (6/2/2018).
Jika ingin memasuki ruangan tidak boleh sembarangan berpakaian.
Baca: Agar Tidak Trauma, Keluarga Tidak Beritahu Mukhmainnah Bahwa Putri Telah Meninggal
"Kalau mau masuk harus melalui berbagai tahap dan memakai baju hijau seperti dokter," katanya.
Teman dan kerabat yang ingin memasuki ruangan harus ditemani oleh pihak keluarga.
Didalam, penjenguk tidak diperbolehkan mengambil gambar.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Harry Kurniawan menjenguk korban selamat longsor tembok beton di perimeter selatan Bandara Soekarno-Hatta yang kini tengah dirawat di RS Siloam Hospital Tangerang.
Baca: BNPB Minta Warga Jakarta Waspada Banjir Selama Februari
Harry mengatakan korban selamat bernama Mukhmainna menceritakan bahwa kejadiannya ketika hendak pulang kerja.
Ia juga menceritakan bahwa Mukhmainna dan Dianti Diah Ayu Cahyani atau Putri sedang dalam keadaan berpuasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ruang-hcu_20180207_095131.jpg)